KEDIRI, JP Radar Kediri-Puluhan pedagang pasar loak mendemo kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri kemarin. Membawa puluhan poster, mereka menagih janji pemkot pascarelokasi pedagang ke Kaliombo. Di lokasi pasar baru, pedagang barang bekas ini mengeluhkan sepinya pembeli hingga omzet merosot.
Pantauan koran ini, aksi demo dimulai sekitar pukul 10.00 kemarin. Membawa puluhan poster yang di antaranya berbunyi, “PKL 10 tahun ditelantarkan”, “Pj wali kota harus bertindak”, “PKL Kaliombo sudah 10 tahun mati suri”, dan banyak poster lainnya bernada protes.
Di saat yang sama, orator juga membeberkan kondisi para penjual yang sejak direlokasi ke Kaliombo menjadi sepi pembeli. Akibatnya, tidak sedikit yang gulung tikar. Beberapa di antaranya nekat berjualan kembali di Jl Sriwijaya. “Kami sudah berupaya untuk membawa teman-teman ke sana (Kaliombo, red). Tetapi kenyataannya dibiarkan. Apalagi sudah berganti tiga kepala dinas,” keluh Moh. Hanif, koordinator aksi.
Lebih jauh Hanif menjelaskan, dahulu total ada sekitar 300 pedagang di pasar loak. Namun, sebagian keluar. Adapun sekarang tinggal sekitar 100 pedagang. “Pedagang di pasar loak kurang perhatian. Belum ada langkah-langkah konkret terkait Pasar Loak Kaliombo,” sesalnya.
Dikatakan Hanif, saat relokasi 10 tahun lalu pemkot menjanjikan beberapa hal. Di antaranya, memberi penunjuk arah ke pasar loak. Kemudian, pemkot juga janji membangunkan gapura. Hingga, membentuk koperasi untuk para pedagang di pasar loak Kaliombo. “Dulu katanya arah lalu lintas (trayek, red) mikrolet dilewatkan situ (pasar loak, red). Itu juga tidak dijalankan sampai sekarang,” lanjut Hanif.
Demi menagih janji-janji itulah, kemarin puluhan pedagang pasar loak melakukan demo di depan disperdagin. Sebelum melakukan aksi, menurut Hanif, Forum Komunikasi Pedagang Trotoar (FKPT) sudah berusaha berkomunikasi dengan disperdagin. Namun tidak direspons.
Sementara itu, setelah puas berorasi, perwakilan demonstran lantas diajak berdialog. Di depan Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mereka kembali memaparkan sejumlah janji pemkot yang belum terealisasi.
Selebihnya, mereka juga mengeluhkan kondisi pasar yang sudah tidak layak. Karenanya, pedagang meminta agar pasar segera diperbaiki. Demikian pula pengecatan ulang pasar, perbaikan atap, dan perbaikan saluran irigasi.
“Kami tampung aspirasi para pedagang dan kami akan memberi jawaban dalam waktu paling cepat dua minggu,” terang Wahyu usai berdialog dengan pedagang. Menurutnya, disperdagin tidak bisa langsung memutuskan langkah terkait permintaan pedagang tersebut. Sebab, realisasinya membutuhkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tidak bisa ditangani oleh disperdagin sendiri. Kami harus komunikasi dengan OPD terkait untuk mewadahi kebutuhan para pedagang,” jelas Wahyu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah