KEDIRI, JP Radar Kediri– Kecelakaan maut kembali terjadi di barat sungai. Dalam satu malam, ada dua kecelakaan adu banteng yang terjadi. Yaitu pada Sabtu petang (20/1) dan Minggu dini hari (21/1). Tercatat, empat orang tewas dalam insiden tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Kediri-Nganjuk, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Laka adu banteng melibatkan Yamaha Nmax AG 3692 AAM dengan Honda Beat AG 6157 AF.
Yamaha Nmax itu digunakan oleh satu keluarga. Yaitu Heri Santoso, 42; Sartumi, 27; dan Fero Candra Saputra, 8. Mereka melaju dari timur. Sedangkan dari arah berlawan melaju Reyvand Muhammad Ramadhan, 17, dan Mochamad Rizki Nur Sadewo, 16, mengendarai Honda Beat.
Heri diduga hendak menyalip tiga truk pasir yang juga melaju dari arah timur. Truk yang disopiri Andri, 35, itu berada di urutan kedua. Andri mengatakan, dia dan dua truk lainnya hendak menuju Loceret, Nganjuk. “Saya lihat dari spion, motor Nmax nyalip truk yang belakang saya,” jelasnya saat ditemui di Mako Satlantas Polres Kediri Kota kemarin.
Lantaran jalan di depannya menikung, dia mengira Heri tidak akan menyalip truk yang dikendarainya. Namun, tidak disangka Yamaha Nmax itu terus melaju kencang mendahuluinya. Padahal, dari arah berlawanan ada motor Honda Beat yang juga melaju kencang.
Brakkk! Insiden kecelakaan tak terelakkan. Nahasnya, satu keluarga itu jatuh terpental tepat di depan truk yang dikemudikan Andri. “Saya langsung rem. Waktu itu seperti melindas polisi tidur,” akunya.
Saat truk sudah berhenti, Andri dan satu teman keneknya langsung turun. Mereka melihat satu keluarga itu telah masuk kolong truk yang dikendarainya. Heri dan Sartumi masih dalam kondisi sadar. Sementara, kondisi paling parah terjadi pada sang anak yang bernama Fero. “Kakinya putus,” ungkapnya
“Kemudian, untuk Fero meninggal dunia di Rumah Sakit Ahmad Dahlan sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Andris Siswarno. Sementara itu, Reyvand langsung tewas di tempat.
Minggu dini hari (21/1), kecelakaan maut ganti terjadi di Jalan Raya Kediri-Warujayeng Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Insiden bermula ketika Honda Tiger L 2055 AJ melaju dari arah utara. Motor ini dikendarai oleh Genot Dinar Atmayuki, 24, warga Nganjuk. Sementara dari arah berlawanan melaju Honda Vario AG 2874 EDA. Ialah Mochamad Bangkit Budi Pratama, 15, warga Kecamatan Papar yang mengendarainya.
“Pengendara motor Tiger ini kurang berkonsentrasi. Lalu kemudinya mengarah ke kanan,” terang Andris.
Akibatnya, adu banteng dua kendaraan tersebut tak terhindarkan. Kedua motor itu pun ringsek kedua-duanya. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa keduanya tak tertolong. “Kedua pengendara sepeda motor meninggal dunia,” tandas Andris.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah