Untuk diketahui, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2023 lalu sebesar 573 kejadian. Naik 31 kasus dibanding 2022 yang hanya 542 kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa Nugraha mengatakan, dari ratusan kasus kecelakaan tersebut mayoritas terjadi di Jalan Raya Kediri – Nganjuk. Di sana, ada tiga lokasi yang termasuk kawasan blackspot. Yaitu, di depan gudang Bulog Banyakan, di tikungan dekat Kantor Urusan Agama (KUA) Grogol, dan di tikungan Kecamatan Tarokan. “Kami lakukan pengecekan (lokasi rawan kecelakaan, Red) berkolaborasi dengan dishub (Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri) dan Jasa Raharja,” kata Andhini.
Pengecekan di kawasan blackspot tersebut menurut Andhini dilakukan untuk menganalisa faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Hasilnya, faktor utama adalah dari pengendara sendiri. Dari pengamatan tim, di tiga kawasan itu banyak pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sebab, lokasi didukung dengan kondisi jalan yang lebar dan mulus.
“Kami menyarankan untuk dipasang speed bump. Di situ ada gang, jadi nanti dipasang sebelum dan sesudah,” terang Andhini. Selebihnya, Satlantas Polres Kediri Kota meminta agar di lokasi juga dipasang rambu-rambu lalu lintas. Selanjutnya, di sisi selatan jalan juga dipasang penerangan jalan.
“Tetapi karena jalan termasuk merupakan jalur provinsi, jadi harus dilaporkan terelebih dahulu ke dishup provinsi,” tutur Andhini sembari menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi setelah di lokasi dipasang speed bump dan rambu-rambu.
Jika pemasangan speed bump dan rambu-rambu di sana dinilai efektif, pihaknya akan memasang sarana dan prasarana (sarpras) serupa di titik rawan kecelakaan lainnya. “Harapannya seperti Jalan Kapten Tendean yang saat Operasi Lilin 2023 nihil kecelakaan lalu lintas juga dipasang (rambu-rambu dan speed bump, Red),” jelasnya sembari menyebut satlantas juga akan melakukan sosialisasi secara masif ke sekolah dan perguruan tinggi.
Sekolah dan perguruan tinggi jadi sasaran sosialisasi karena pengendara yang terlibat kecelakaan didominasi kelompok umur 16-21 tahun. Karena itu, pelajar dan mahasiswa tetap dirasa perlu mendapat pengetahuan tentang tata cara berlalu lintas yang baik dan benar. “Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara. Jika badan tidak fit, jangan dipaksakan,” tandas perempuan asli Kediri ini.
Baca Juga: Mau ke Bukit Surga, 10 Wisatawan Asal Sidoarjo Alami Kecelakaan di Sawahan
Editor : Anwar Bahar Basalamah