Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Main Hujan-hujanan, Bocah SD Asal Ringinrejo Kediri Tewas di Selokan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 4 Januari 2024 | 02:44 WIB

 

BERTEMU AJAL: Jenazah Sha, bocah SD yang ditemukan tewas di selokan, Rabu (3/1). (Foto: Polsek Ringinrejo for JPRK)
BERTEMU AJAL: Jenazah Sha, bocah SD yang ditemukan tewas di selokan, Rabu (3/1). (Foto: Polsek Ringinrejo for JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Keputusan Sha, 8, untuk bermain air saat hujan deras menguyur Desa Susuhbango, Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu berujung petaka, Rabu (3/1). Siswa SD asal Desa Nambakan, Kecamatan Ringinrejo tersebut tewas tenggelam setelah bermain air di saluran drainase atau selokan setempat.

Informasi yang dihimpun media ini, sekitar pukul 12.00 hujan deras mengguyur Dusun/Desa Susuhbango. Saat itu, Sha yang baru pulang dari Pasar Sambi bersama Pah, ibunya, memilih berteduh di teras depan TK Dharmawanita Desa Susuhbango. “Saat itu korban pamit untuk bermain air hujan di saluran drainase sebelah utara TK,” kata Kapolsek Ringinrejo AKP Joko Suparno.

Melihat anaknya begitu ingin bermain air hujan, Pah pun mengizinkannya. Dia bermain air di saluran berukuran 40x60 sentimeter (cm) di sana. Sekitar satu jam menunggu atau pukul 13.00, Sha tak kunjung kembali ke tempat Pah berteduh.

Perempuan berusia 53 tahun itu pun langsung panik. Dia mencari Sha dengan menelusuri saluran air di sana. Sekitar 30 menit mencari anaknya, Sha tak kunjung ditemukan. Dia lantas meminta bantuan warga untuk ikut melakukan pencarian anaknya yang hilang.

Warga lantas menelusuri saluran air sepanjang sekitar 70 meter. Hasilnya, jasad Sha ditemukan di saluran air dalam kondisi sudah meninggal dunia. “Warga lantas mengangkat tubuh kurang yang berada di gorong-gorong. Tubuhnya dalam posisi tengkurap di sana,” lanjut Joko.

Melihat kematian Sha akibat insiden bermain air tersebut, warga langsung melaporkannya ke Polsek Ringinrejo. Berdasar pemeriksaan tim Inafis Polres Kediri dan dokter RSI Jimbun, Sha diduga tewas akibat saluran pernapasan hingga sampai paru-parunya penuh air.

Tim juga mendapati luka lecet pada dada dan dagu depan bawah bibir. Diduga Sha terseret air saat debit di selokan tiba-tiba meningkat. Akibatnya, tubuhnya terbawa arus dan tersangkut di saluran air yang menyempit.

“Atas permintaan keluarga korban, tidak dilakukan otopsi mayat. Korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan,” tandas Joko.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sd #tragis #bocah #Peristiwa