KEDIRI, JP Radar Kediri- Pencarian Riyan Tri Widodo, 33, warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil kemarin pagi. Namun, sesuai perkiraan semula, pencari burung yang hilang sejak Kamis (24/11) itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Tubuhnya berada di bawah tebing lereng gunung Kelud, masuk wilayah Dusun Laharpang, Desa/Kecamatan Puncu.
Informasi yang dihimpun, mayat laki-laki yang sudah menduda itu pertama kali ditemukan oleh warga dan juga relawan Laharpang yang ikut melakukan pencarian. Waktu penemuan sekitar pukul 09.30. Jika ditarik garis lurus jarak mayat Riyan sejauh 4,5 kilo meter dari titik nol atau pintu masuk jalur pendakian Gunung Gede. Di sekitar tempat itu lokasi ditemukannya sepeda motor korban.
Awalnya para pencari menemukan sepatu boot milik korban, namun hanya sebelah. Saat dicari lebih lanjut, lantas relawan mencium bau busuk. Saat dicari asal bau itu, Riyan ditemukan tergeletak di tepi sungai.
"Jarak dari sepatu yang ditemukan sekitar 50 meter," terang Suwoko, Bintara Pembina Desa (babinsa) Kebonrejo, Kepung.
Kondisi jasadnya sudah menggembung dan membusuk. Dengan beberapa lebam dan juga luka lecet yang diduga akibat terjatuh dari tebing.
"Tidak ada bekas serangan hewan liar," terang Komandan Tim Opsar Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo.
Dari kondisi sungai yang sebelumnya banjir karena hujan deras. Diduga jasad Riyan juga sempat terbawa arus sungai. Dyan menduga saat Riyan mencari burung, dia terjatuh dari tebing.
Proses evakuasi tubuh Riyan sangat sulit. Mayat harus digotong secara estafet oleh relawan dan warga, sejauh 5 kilometer melewati medan terjal. Untuk dibawa ke lokasi yang dapat diakses mobil ambulans tim evakuasi kesulitan karena jalur yang curam dan tidak terdapat jalan setapak.
"Karena hujan batu-batu an licin, tanah juga licin lumpur," jelas Suwoko.
Setelah tiba di titik penjemputan ambulans, segera jasad Riyan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). Untuk dilakukan visum juga penanganan jenazah.
"Tadi koordinasi dengan kades dan bhabinkamtibmas, disepakati jasad dibawa ke RS untuk divisum dan dimandikan," sambung Dyan.
Dengan ditemukannya Riyan, opsar dinyatakan ditutup. Tepat pada hari ke tujuh setelah dibukanya Opsar.
Sementara itu, kakak Riyan yang ikut mendatangi korban ke titik ditemukannya, langsung terduduk lemas saat melihat adiknya sudah tidak bernyawa. "Ya sempat shock tapi saya sampaikan agar sabar dan ikhlas," jelas Suwoko.
Seperti diberitakan sebelumnya, Riyan pamit pada ibunya untuk pergi mencari burung di lereng Kelud pada Kamis (23/11) pagi. Biasanya, pria berstatus duda itu sudah tiba kembali di rumah sebelum Isya. Namun, hingga Jumat (24/11) pagi dia belum menunjukkan batang hidungnya.
Sebelum melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri dan diteruskan ke Polsek Kepung, warga sempat melakukan pencarian awal. Mereka menyisir area jalur pendakian Gunung Gede di lereng Gunung Kelud. Dari sana mereka mendapati sepeda motor yang biasa dipakai oleh Riyan.
Penemuan sepeda motor itu pula yang mengindikasikan Riyan tersesat di lereng Kelud. Karenanya, sejak Minggu (26/11) lalu tim gabungan melakukan pencarian Riyan di sana. Warga kesulitan mengontak Riyan karena dia masuk ke hutan dengan membawa ponsel tanpa paket data. Melainkan hanya bisa digunakan untuk memancing burung.
Editor : Anwar Bahar Basalamah