KEDIRI, JP Radar Kediri- Pencarian Riyan Tri Widodo, 33, pencari burung yang hilang di lereng Gunung Kelud masih mentok. Tim SAR gabungan belum dapat menemukan pria asal Desa Kebonrejo, Kepung. Salah satunya karena medan yang ekstrem.
Padahal, dalam pencarian kemarin tim SAR kembali mendapati temuan. Anjing pelacak kembali mencium bau bangkai di titik berbeda. Sayang, lokasi asal bau berada di tebing terjal. Sehingga akan beresiko bila tim dan anjing pelacak meneruskan pencarian.
“Kalau anjing dilepaskan, kita yang ketarik. Bisa jatuh ke jurang,” ujar Komandan Tim Opsar Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo.
Dari evaluasi penemuan tersebut, Dyan menyebut bahwa tim SAR gabungan akan mengintensifkan pencarian dengan panjat tebing. Terutama pada tebing-tebing yang terindikasi adanya bau bangkai.
Sementara itu, di titik terciumnya bau beberapa waktu lalu, tim telah turun ke bawah sejauh 100 meter. Relawan yang turun sempat mendapat tanda-tanda berupa adanya lalat yang berseliweran. Namun, dari pencarian hampir tiga perempat tebing itu masih belum menemukan Riyan.
“Turun belum sampai ke dasar. Sempat ada tanda-tanda tapi masih nihil,” terang Joko Suprayitno, salah satu relawan.
Untuk diketahui, Riyan pamit pada ibunya pergi mencari burung di lereng Kelud pada Kamis pagi (23/11). Namun, hingga keesokan harinya dia tak kunjung pulang. Keluarga mencari tapi hanya menemukan motornya yang berada tidak jauh dari pintu masuk pendakian Gunung Gede. Baru pada Sabtu pagi (25/11) kejadian itu dilaporkan pada Polsek Kepung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah