Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Susahnya Mencari Riyan Tri Widodo yang Dinyatakan Hilang di Lereng Gunung Kelud

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 27 November 2023 | 16:53 WIB

 

 

BELUM ADA HASIL: Tim gabungan melakukan koordinasi untuk mencari Riyan Tri Widodo di area Gunung Gede, lereng Gunung Kelud kemarin siang.
BELUM ADA HASIL: Tim gabungan melakukan koordinasi untuk mencari Riyan Tri Widodo di area Gunung Gede, lereng Gunung Kelud kemarin siang.

Memahami medan tak menjamin seseorang tidak tersesat. Riyan Tri Widodo, warga Desa Kebonrejo, Kepung dinyatakan hilang di hutan lereng Gunung Kelud. Pria yang setiap hari beraktivitas di Kelud itu tak kunjung pulang setelah kali terakhir pamit mencari burung Kamis (23/11) lalu.

Asad M.S, Kabupaten. JP Radar Kediri

Jumi diliputi kesedihan. Perempuan berusia 56 tahun itu terus gelisah. Perempuan yang tinggal di Desa Kebonrejo, Kepung itu cemas karena Riyan Tri Widodo, anaknya, tak kunjung pulang ke rumah. Padahal, dia pamit meninggalkan rumah pada Kamis (23/11) pagi untuk mencari burung ke lereng Kelud. “Seperti biasa, memang dia sering mencari burung di lereng Kelud,” kata  Ramuji, tetangga Riyan.

Kepergian Riyan ke lereng Kelud, tepatnya di Gunung Gede, area Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimbah Lestari Puncu bukan kali pertama. Hampir setiap hari dia beraktivitas di hutan yang juga masih satu desa dengan tempat tinggalnya itu.

Karenanya, begitu Riyan pamit ke hutan sekitar pukul 06.00 Kamis (23/11) lalu, Jumi biasa saja. Dia baru panik karena sang anak belum kunjung pulang hingga Isya. “Padahal, biasanya sebelum Isya sudah sampai di rumah,” lanjut Ramuji.

Kepanikan Jumi semakin menjadi-jadi karena anaknya tak kunjung pulang hingga Jumat (24/11) pagi. Sembari tergopoh-gopoh Jumi mendatangi Samsul Yudairi, teman Riyan. Biasanya, sang anak pergi mencari burung bersama pria berusia 43 tahun itu.

Rupanya, Kamis pagi lalu Riyan tidak mencari burung bersama Samsul. Meski demikian, pria berstatus duda itu pernah mengungkapkan keinginannya untuk menginap di area Gunung Gede. “Katanya ada burung yang diincar. Sewaktu-waktu akan diinepi (menginap di Gunung Gede untuk menangkap burung, Red),” tutur Ramuji menirukan cerita Samsul.

Berbekal pengakuan Samsul itu pula, sekitar pukul 13.00 usai salat Jumat, warga memulai pencarian. Mereka masuk ke area pendakian di Gunung Gede. Jejak Riyan ditemukan di sana. Satu unit sepeda motor Jupiter Z miliknya terparkir begitu saja.

“Kami juga menemukan jejak kaki ke arah selatan. Kami ikuti, tetapi tidak menemukan (Riyan, Red),” papar Ramuji sembari menyebut warga memutuskan untuk turun gunung sekitar pukul 17.00 Jumat (24/11) lalu.

Semakin Yakin jika Riyan tersesat di lereng gunung Kelud, warga lantas memutuskan melapor ke Polsek Kepung, diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri pada Jumat malam. Kisah hilangnya Riyan ini pun lantas menyebar semakin luas.

“Dia (Riyan, Red) memang sudah hafal kawasan Gunung Gede tetapi menginap di hutan baru dua kali ini,” papar Ramuji sembari menyebut komunikasi dengan pria berambut ikal itu terhambat karena dia tidak membawa ponsel yang bisa dipakai untuk berkomunikasi. Melainkan hanya membawa ponsel yang biasa digunakan untuk memancing burung lewat rekaman suara.  

Pantauan koran ini kemarin, pencarian Riyan masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan relawan, TNI, polisi, bersama BPBD Kabupaten Kediri dan warga setempat. Tadi malam, tim SAR dari Trenggalek juga ikut melakukan pencarian.

Radius pencarian diperlebar hingga tiga kilometer. “Medan yang sulit menjadi kendala pencarian,” ungkap Kapolsek Kepung Iptu Sarwo Edi. Dari basecamp di Balai Desa Kebonrejo, tim harus menempuh jarak sekitar 30 menit untuk masuk ke hutan Gunung Gede. Selain berjalan kaki, mereka hanya bisa masuk menggunakan motor trail karena medan yang menanjak dan berliku.

Selebihnya, tim gabungan harus mendaki lereng Kelud itu. Sembari menyisir hutan, tim terus memanggil nama Riyan secara bersahutan. Ada pula warga yang memukul kentongan bertalu-talu. “Harapannya Riyan mendengar dan tahu keberadaan tim pencari,” sambung Ramuji yang kemarin bergabung dengan tim melakukan pencarian.

Sayang, hingga kemarin sore belum ada respons dari Riyan. Teriakan tim hingga pukulan kentongan itu hanya berhasil memecah kesunyian hutan. “Kami juga melakukan upaya spiritual. Diminta memukul-mukul peralatan memasak dan membawa gong ke hutan untuk dibunyikan di sana,” imbuh Ramuji sembari menyebut pencarian akan terus dilakukan hingga hari ini.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#gunung kelud #orang hilang #burung #Peristiwa