KEDIRI, JP Radar Kediri-Ratusan kepala keluarga (KK) warga di Kecamatan Mojo kesulitan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setelah sumber air di lingkungan mereka mengering sejak dua minggu lalu. Untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak pun, mereka harus menunggu bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sedikitnya ada 336 KK warga di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo yang mengalami kekeringan. Dari total lima dusun yang ada di sana, yakni Tumpak Nongko, Karangwaru, Mbaran, Ngampel, dan Ponggok, kekeringan paling parah dialami Dusun Ponggok. Di sana ada sekitar 300 KK yang tidak bisa mengakses air bersih. Puluhan sisanya tinggal di Dusun Mbaran.
“Sudah dua minggu ini kekeringan. Dua sumber air mengering. Tidak keluar air,” keluh Darmono, 54, warga Dusun/Desa Ponggok. Menurut Darmono warga sudah mengalami kekeringan sejak sebulan lalu. Namun, puncaknya baru terjadi sekitar dua minggu terakhir.
Warga tidak bisa lagi mendapat air bersih setelah sumber air di Desa Petungroto mati. Dua dari total tiga sumber air di sana tidak lagi mengeluarkan air atau mengering. Pasokan air dari satu sumber itu tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan warga. Apalagi, sumber air tersebut tidak hanya digunakan oleh warga Desa Petungroto, melainkan juga oleh warga Desa Ngetrep.
Baca Juga: Proyek Trotoar di Kampung Inggris Pare Kurang 20 Persen Lagi
Selain dua sumber air yang mengering, sungai di Desa Ponggok juga ikut mengering. Padahal, sebelumnya sungai di lereng gunung itu belum pernah mengering sepanjang tahun. “Ini (Oktober ini, Red) jadi kekeringan terparah di Desa Ponggok,” lanjut pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.
Sejak dua minggu lalu, Darmono dan warga lain harus mengirit pemakaian air. Sebab, dia dan warga lainnya hanya bisa mengambil air dari tandon dalam jumlah yang terbatas. Prioritasnya pun untuk minum, memasak, dan mencuci. “Mandi sehari hanya sekali karena saya juga tidak tahu kapan dapat kiriman air lagi,” tandasnya.
Jika wilayah lain sudah mulai diguyur hujan, menurutnya di Desa Ponggok belum sekali pun turun hujan. Hal tersebut diakui Darmono membuat warga semakin resah. Menunggu kekeringan di wilayahnya akan berakhir.
Terpisah, Kepala Desa Ponggok Yoyok Dudi Harmono membenarkan tentang bencana kekeringan di desanya. Dia juga membenarkan jika tahun ini merupakan yang terparah. Alasannya, Dusun Ponggok dan Dusun Mbaran yang biasanya disuplai oleh tiga sumber, kini hanya mengandalkan satu sumber.
Sumber tersebut pun juga tak hanya menyuplai Desa Ponggok. Namun, beberapa desa sekitar. Akibatnya, sejak dua minggu terakhir, debit air sangat kecil. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir hanya menetes saja.
“Disana (Sumber Desa Petungroto, Red) juga mulai kering. Jadinya air tidak sampai kesini. Karena jaraknya juga jauh,” sambungnya. Sejatinya menurut Yoyok pihak desa sudah mengatasi kekeringan dengan menambah jumlah pipa untuk mengalirkan air dari Sumber Petungroto. Sayangnya, pemerintah desa (pemdes) tak memiliki cukup dana untuk membeli seluruh jaringan untuk warga.
Baca Juga: Razia Oknum Bonek, Polres Kediri Kota Temukan Senjata Tajam
Beberapa waktu lalu, menurutnya Pemkab Kediri juga memberi bantuan selang. Namun, panjangnya tetap masih kurang. Dari kebutuhan sepanjang 5 kilometer (km), pemkab hanya memberi sepanjang 3 km. Artinya masih ada kekurangan sekitar 2 km. “Infonya bantuan mau dikirim lagi, semoga saja segera datang,” terangnya.
Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno menuturkan, BPBD terus memberi bantuan air bersih kepada warga Desa Ponggok. Meski demikian, diakuinya jika jumlahnya masih belum mencukupi.
Dalam satu hari, BPBD hanya mampu mengirim delapan truk air. Masing-masing berisi 400 liter air. Dalam sehari mereka mengirim 3.200 liter air kepada masyarakat. “Dropping air bersih terus kami lakukan setiap hari,” tambahnya. Air bersih tersebut dikirim ke tandon milik PDAM yang berada di tiap desa. Selanjutnya, air dikirim ke masing-masing rumah warga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah