KEDIRI, JP Radar Kediri–Cuaca panas di musim kemarau Oktober ini menimbulkan beberapa kerawanan. Salah satu yang harus diwaspadai masyarakat adalah bencana kebakaran lahan. Lengah sedikit, lingkungan warga bisa dilalap si jago merah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh melalui Operator Pusdalops PB BPBD Kota Kediri Ahmad Fatoni mengatakan, kemarau kali ini termasuk kemarau kering. Itu tidak terlepas dari fenomena El Nino yang saat ini juga tengah berlangsung. Akibatnya, cuaca cenderung lebih panas dan kering.
Pria yang akrab disapa Toni ini menjelaskan, cuaca panas disertai El Nino ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir November mendatang. Musim hujan diperkirakan baru akan tiba Desember nanti. “Sekarang rata-rata suhu udaranya mencapai 36 derajat celsius. Itu bisa berpotensi naik lagi,” katanya.
Kondisi panas terik ini pun tak hanya berdampak bagi aktivitas sehari-hari manusia. Melainkan juga meningkatkan potensi bencana. Di antaranya kebakaran lahan dan kekeringan.
Selama September lalu menurut Toni ada tiga kasus kebakaran lahan di Kota Kediri. “Semuanya terjadi di lereng Gunung Klotok,” lanjut Toni. Belajar pada kejadian tersebut, Oktober ini BPBD mengoptimalkan pemantauan di sejumlah titik-titik rawan kebakaran lahan. Terutama di lereng Klotok yang saat ini vegetasinya mengalami kekeringan. Sehingga, bisa meningkatkan potensi kebakaran lahan. Baik karena kelalaian manusia atau tidak.
Baca Juga: Buntut Pengeroyokan Pemuda Trenggalek, Polisi Tangkap Puluhan Pesilat yang Akan Geruduk Polres Kediri Kota
“Klotok memang termasuk titik rawan karena beberapa kali kami survei memang kondisinya sangat kering. Tiga kali kebakaran selama September itu ada yang terjadi di lahan milik warga, dan ada yang terjadi di lahan hutan,” urainya.
Selain lereng Klotok, kawasan persawahan tebu juga jadi titik rawan selama kemarau. Bedanya, sering kali kebakaran lahan tebu disebabkan faktor kelalaian manusia. Yakni saat aktivitas pembakaran lahan tidak diawasi. Akibatnya, api menyebar dan menyulut lahan lainnya.
Selain bencana kebakaran lahan, BPBD juga mengantisipasi dampak kekeringan bagi permukiman warga. Khususnya di Kelurahan Pojok yang berdasarkan catatan pernah mengalami kekeringan beberapa tahun lalu.
“Untuk daerah Kelurahan Pojok, terakhir kami pantau di Sumber Tretes airnya masih mengalir dan masih bisa memenuhi kebutuhan air warga. Namun tetap kami lakukan pemantauan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah