Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ibu yang Tewas Asal Singonegaran Kota Kediri Tak Mau Dirawat Inap, Ternyata Ini Alasannya

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 22 September 2023 | 17:26 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Sebelum ditemukan meninggal dengan Arif Budiman, 45, anaknya, ternyata Utami Sri Rahayu, 66, diketahui sakit sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, perempuan tua itu direkomendasikan untuk menjalani rawat inap. Namun, dia memilih tetap pulang karena anaknya yang menderita polio sejak kecil itu tidak ada yang merawat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya. Menurutnya, pada Jumat (15/9) lalu, Utami berobat ke Puskesmas Pesantren. “Dokter yang memeriksa merekomendasikan agar dirawat inap, tetapi tidak mau. Dia memilih untuk rawat jalan karena harus merawat anaknya (Arif Budiman, Red),” kata Paulus.

Sesuai keterangan tetangga Utami, menurut Paulus lansia itu menderita beberapa penyakit kronis. Mulai vertigo, kolesterol tinggi, hingga lambungnya yang bermasalah. Diduga penyakitnya kambuh hingga dia ditemukan meninggal di rumahnya.

Seperti diberitakan, Utami ditemukan telentang di lantai sekitar pukul 11.30, Rabu (20/9) lalu. Warga yang curiga setelah mengetahui Utami tak keluar rumah selama dua hari memilih mendobrak pintu rumahnya. Kecurigaan warga semakin menguat setelah mereka mencium bau mirip bangkai tikus dari arah rumah Utami.

Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Branggahan Akhirnya Ketahuan

Setelah pintu terbuka, tubuh Utami diketahui dalam kondisi membusuk. Sedangkan Arif Budiman, anak Utami tergeletak di ranjang dalam kondisi lemas dan kritis. Meski saat ditemukan masih dalam kondisi hidup, pria yang menderita polio sejak kecil dan kesulitan berbicara itu meninggal sekitar sepuluh menit kemudian.

Terkait kisah tragis keduanya, Paulus menyebut mereka sudah mendapat berbagai jenis bantuan dari Pemkot Kediri. Paulus menyebut, Utami mendapat bantuan pangan non-tunai (BPNT) secara rutin. Pada Agustus lalu, dia baru saja mencairkan BPNT alokasi Juli dan Agustus senilai Rp 400 ribu.

Tidak hanya Utami, menurutnya Arif juga mendapat bantuan khusus untuk orang dengan kecacatan berat (ODKB). Nilainya Rp 500 ribu per bulan. “Agustus lalu sudah dicairkan untuk semester pertama. Nilainya Rp 3 juta,” jelas Paulus sembari menyebut sedianya bulan ini diproses bantuan ODKB untuk semester kedua.

Terpisah, Wali Kota Abdullah Abu Bakar menjelaskan, selain bantuan dari pemkot, menurutnya tetangga sekitar juga sering memberi bantuan makanan. “Kondisi Bu Utami dan Arif ini memang layak untuk dibantu,” jelas Abu.

Baca Juga: Tragis! Seorang Ibu Asal Singonegaran Kota Kediri dan Anaknya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah

Dengan kejadian yang menimpa Utami dan Arif, Abu mengimbau masyarakat untuk lebih peka dan perhatian lagi dengan sekitarnya. Jika ada warga yang kekurangan, Abu meminta agar warga menghubungi dinas sosial. “Kalau ada tetangganya yang biasanya kelihatan kok nggak kelihatan, segera saja dicari kabarnya. Kalau perlu ditengok ke rumahnya agar kejadian seperti ini tak terulang,” pintanya.

Terpisah, Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto mengungkapkan, Utami dipastikan meninggal dunia karena sakit. “Pihak keluarga sudah menyatakan menerima. Dua korban juga sudah dimakamkan,” jelas Sugianto sembari menyebut pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan terkait kematian dua anggota keluarganya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#rawat inap #sakit #tewas #meninggal