KEDIRI, JP Radar Kediri – Bayi malang yang dibuang di bantaran sungai Brantas Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto masih berada di RS Bhayangkara Kediri. Meski kasusnya belum jelas, banyak pihak yang menunjukkan minat mengadopsi bayi tersebut.
Fakta tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi. Menurutnya, beberapa orang sudah menanyakan terkait pengadopsian bayi malang tersebut. Hal itu disampakan kepada pekerja sosial di bawah jajarannya.
Kendati demikian, pihaknya mengaku belum menerima permohonan adopsi secara resmi. “Belum kami tanggapi karena belum resmi,” ujar Paulus saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri.
Lebih lanjut, Paulus menjelaskan bahwa kasus bayi yang dibuang tersebut kini tengah ditangani oleh kepolisian. Pihaknya baru akan melakukan penanganan terhadap bayi tersebut bila kepolisian telah selesai melakukan penyelidikan. “Setelah polisi cukup, nanti baru kami tangani,” jelasnya.
Sayangnya, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama belum membeberkan perkembangan pengungkapan kasus ini. Sehingga, identitas pembuang bayi tersebut hingga kemarin berlum terungkap.
Namun begitu, petugas akan mengumpulkan dan memeriksa closed circuit television (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). “Kami akan cek CCTV yang berada di dekat situ (TKP, red),” ujar Nova.
Nova meyakini, bukti rekaman CCTV akan dapat banyak membantu pihaknya untuk menyelidiki pelaku pembuang bayi. Selain itu, pihaknya juga berencana memanggil para saksi yang mengetahui terkait dengan peristiwa penemuan bayi tersebut.
“Akan kami periksa supaya kami tahu kronologi lengkap dari awal,” jelas perwira dengan tiga balok emas tersebut.
Diberitakan sebelumnya, terjadi aksi pembuangan bayi di Kelurahan Bandarlor Kecamatan Mojoroto pada Sabtu (16/9) lalu. Bayi laki-laki tersebut dibungkus dengan kresek hitam yang ketika itu kondisinya dikerubungi semut. Selain itu tubuhnya juga masih masih basah karena air ketuban. Diduga, bayi dibuang dua jam setelah dilahirkan.
Penemuan bayi itu bermula saat dua orang warga Agus Nanang Sugiarto, 45, dan Toni Aprianto, 27, hendak memancing di pinggiran Sungai Brantas. Namun, saat itu mereka mendengar suara tangisan bayi. Keduanya dan salah satu pemancing lainnya pun mencari sumber suara. Hingga akhirnya, mereka melihat kresek hitam mencurigakan di dekat pepohonan pisang. Mereka pun kemudian memanggil warga lainnya lalu membuka kresek tersebut. Betapa terkejutnya warga saat mengetahui isi dalam kresek adalah seorang bayi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah