KEDIRI, JP Radar Kediri - Warga Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah digegerkan dengan penemuan mayat pria tua kemarin pagi. Terlebih, mayat itu ditemukan terperosok di sebuah selokan jalan raya Gurah-Pare. Menyikapi hal ini, pihak kepolisian langsung menerjunkan tim Inafis untuk mendalami kasus ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Adalah Suyati, 55, yang mengetahui hal itu pertama kali. Kebetulan, selokan tersebut tepat berada di depan rumahnya. Kala itu, Suyati sedang asyik menyapu teras.
Dari halaman rumahnya, Suyati melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Merasa ada kejanggalan, dia langsung mengeceknya. Terlebih, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), dia melihat ada sebuah sepeda angin. Saat didekati, dia kaget dengan apa yang dilihatnya. Suyati mendapati seorang mayat pria tersungkur di selokan depan rumahnya.
Sontak Suyati langsung berteriak memanggil Heri, 60, suaminya. Berusaha meminta tolong. “Istri saya mau nyapu seperti biasanya. Lalu melihat ada orang tergeletak itu,” ujar Heri saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Kediri.
Heri pun tidak berani bertindak banyak dengan keberadaan mayat tersebut. Akhirnya dia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat. Sejurus kemudian, laporan itu diteruskan ke Polsek Gurah. Sementara tetangga dan warga yang mendengar hal ini langsung heboh. Mereka berbondong-bondong melihat ke TKP.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Gurah langsung tiba di lokasi. Tak sendirian. Mereka turut didampingi oleh tim Inafis Polres Kediri. Petugas langsung memasang garis polisi. Kemudian mengevakuasi mayat itu untuk diperiksa lebih mendalam.
Kasi Humas Polres Kediri AKP Uji Silanggeng mengatakan, tim akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat tersebut. Pria malang itu adalah Yuswondo, 73, warga Desa Wonosari, Kecamatan Pagu. “Dari hasil pemeriksaan dan juga keterangan keluarga diduga karena terkena serangan jantung. Karena juga mempunyai riwayat penyakit jantung,” terangnya.
Dia menyebut, Yuswondo pamit kepada keluarganya untuk bersepeda. Diduga, saat berada di sekitar TKP dia terkena serangan jantung. Hingga akhirnya oleng dan tersungkur ke selokan.
“Keluarga ikhlas dan menerima, dan tidak diperkenankan dilakukan otopsi pada jenazah korban,” pungkas Uji.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah