KEDIRI, JP Radar Kediri - Pohon Asam Cina di tepi jalan raya Kediri-Tulungagung Desa Purwokerto, Ngadiluwih patah pada Sabtu sore (12/8). Akibatnya, kabel jaringan telepon yang berada di bawahnya menjadi tertimpa. Hingga menggantung setinggi orang dewasa dan membuat pengendara waswas hingga kemarin.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, pohon yang patah tersebut memiliki diameter sekitar 40 sentimeter (cm). Diduga, pohon tersebut patah karena usianya yang sudah tua. Ditambah, pohon tersebut telah terjadi pengeroposan.
“Kondisi pohon sudah tua dan keropos,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Susilo.
Pria yang akrab disapa Djoko tersebut mengatakan bahwa kondisi angin juga relatif stabil. Sehingga kecil kemungkinan jika pohon tersebut patah karena diterjang angin kencang. “Tetapi bisa juga akibat angin yang ditimbulkan dari kendaraan besar yang melintas,” tuturnya.
Djoko menyebut pohon yang patah itu hanya mengenai kabel telepon dan jaringan internet. Sedangkan untuk kabel listrik tidak terdampak. Sehingga aliran listrik di kawasan tersebut tidak terdampak pemadaman. Kabel yang tertimpa juga tidak sampai putus. Hanya saja dikhawatirkan membahayakan pengendara yang melintas di sana.
“Kondisinya patah tetapi untuk pangkal pohon masih bersandar di kabel telepon yang berada disamping pohon,” tandas Djoko.
Sementara itu, M. Bayu, 22, salah seorang pengendara yang melintas di sana berharap segera ada penanganan pihak terkait. Sehingga kabel yang menggantung itu dapat secepatnya diperbaiki. “Tolong segera diperbaiki. Jangan sampai kena orang yang lewat,” pungkas Bayu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah