KEDIRI, JP Radar Kediri – Insiden kebakaran lahan tebu masih terjadi. Kamis lalu (10/8) terjadi Lingkungan Kleco, Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren. Dua titik lahan dilalap si jago merah hingga menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Lahan tebu yang menjadi korban masing-masing milik warga bernama Fery dan Hariono. Berlangsung sore hari, sekitar pukul 16.00.
“Ada dua (lahan yang terbakar), masih satu lingkungan. Tetapi titiknya berbeda,” terang Kepala PMK Kota Kediri Fanni Eryanto.
Api diperkirakan berasal dari sampah yang dibakar oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Yang merembet ke lahan tebu milik Fery.
“Untuk kerugiannya kecil, kisaran Rp 7 juta,” kata Fanni.
Sementara, untuk kebakaran yang menimpa lahan tebu Hariono, kerugiannya ditaksir lebih besar. Yakni, kurang lebih Rp 50 juta. Penyebabnya, diduga berasal dari rembetan api dari lahan milik Fery.
“Api kalau sudah terkena angin itu sangat cepat merambat. Apalagi daun kering itu cepat menjalarnya,” tutur pria berkacamata ini.
Kebakaran di lahan milik Fery bisa dipadamkan lebih cepat. Yaitu sekitar dua puluh menit. Berbeda dengan di lahan milik Hariono yang baru tuntas pada pukul 17.00. Itupun setelah dikerahkan dua mobil pemadam.
“Untuk korban jiwa nihil,” terangnya.
Terkait kasus kebakaran, Fanni membenarkan adanya peningkatan kasus pada Juni dan Juli. Paling banyak terjadi pada lahan tebu. Dengan penyebab kebanyakan berasal dari pembakaran sampah atau daduk. Oleh karenanya, dia mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan segala aktivitas yang menggunakan api.
“Di musim kemarau seperti ini, masyarakat lebih waspada,” ingatnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah