Api dan kepulan asap menyeruak dari rumah yang tak jauh dari SDN Bangsal 1 itu. “Karena yang bersangkutan berpotensi menciptakan gangguan trantibum (ketenteraman dan ketertiban umum), maka kita sarankan dibawa ke RS Bhayangkara,” kata Kepala Satpol PP Kota Kediri Eko Lukmono Hadi.
Ia mengungkapkan, Toha pernah mengidap gangguan jiwa. Bahkan, beberapa tahun sebelumnya pernah menggorok leher istrinya dan melukai tetangganya.
Menurut Sofia, 45, warga Bangsal, kejadiannya pukul 07.00. Sebelumnya, Toha cekcok dengan tetangganya. Dia tidak membolehkan tetangga lewat di jalan samping rumahnya. Selang beberapa saat, Toha masuk rumah. Saat itulah, beberapa tetangga melihat asap dari celah atap dan pintu rumah Toha. “Orang-orang pada lari ke sini. Di sini kan lingkungan padat, takut merembet. Tapi Toha marah ada orang yang mau masuk memadamkan api,” papar Sofia.
Toha sempat mengancam dengan kapak. Melarang siapa saja masuk. Karena takut, warga menghubungi Polsek Pesantren. Polisi menenangkan Toha.
“Dia sudah sebulan tinggal sendiri. Adiknya yang sebelumnya tinggal di sana, diancam mau dibunuh. Karena takut akhirnya pindah. Tapi tetap tiap hari kirim makanan,” ungkap Sofia.
Data koran ini menyebut, Toha pernah dirawat RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang. Itu setelah penyerangan yang menewaskan istrinya. Tak sampai setahun, Toha dipulangkan. Namun harus mengonsumsi obat. Setahun lalu, Toha sempat mencoba bunuh diri minum racun tikus. Selama tinggal di rumahnya, Toha sering kambuh. Hingga kemarin, Toha masih diamankan di RS Bhayangkara Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah