“Kami memprediksi besok (hari ini, red) menjadi puncak arus balik pengguna KA,” terang Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto saat dikonfirmasi oleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang.
Sebelumnnya, kereta api menjadi salah satu favorit moda transportasi untuk mudik. Belasan ribu penumpang naik dan turun di Stasiun Kota Kediri selama masa Lebaran ini.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, total penumpang yang turun di Stasiun Kota Kediri mencapai 9.735 orang. Sedangkan yang naik atau berangkat dari Kota Tahu sebanyak 8.302 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari H-10 hingga kemarin (24/4).
“Total ada sebanyak 18.037 orang yang naik maupun turun di Stasiun Kota Kediri sementara ini,” lanjut Supriyanto.
Menurutnya, jumlah tersebut masih akan mengalami peningkatan. Seiring dengan mendekatinya waktu cuti bersama yang tinggal menyisakan hari ini saja. Pemudik yang berstatus pekerja atau aparatur sipil negara (ASN) diperkirakan bakal memanfaatkan waktu terakhir tersebut untuk kembali ke perantauan masing-masing. Sedangkan tren arus balik untuk pelajar dan mahasiswa, diperkirakan masih akan terjadi pada akhir pekan ini.
Menyikapi kemacetan lalu lintas (lalin) di beberapa titik di Kediri Raya, Supriyanto mengimbau calon penumpang KA dapat menyesuaikannya. Dia menyarankan untuk menuju stasiun lebih awal dibandingkan waktu keberangkatan KA. Hal ini untuk menghindari calon penumpang terlambat datang karena terjebak kemacetan di jalan.
“Kami mengimbau agar bisa datang lebih awal. Jadi tidak ketinggalan KA tujuannya,” pesan Supriyanto.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kediri AKP Firdaus Canggih memprediksi hal serupa. Menurutnya, puncak arus balik pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua atau empat berlangsung kemarin dan hari ini. Oleh karena itu, Canggih mengimbau pemudik untuk dapat menyiapkan diri dan kendaraan masing-masing. Sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kesiapan pengendara dan kendaraannya harus dipersiapkan maksimal,” ingat Canggih.
Sementara itu, kepadatan arus lalin terpantau masih terjadi di beberapa titik di Kediri Raya. Di wilayah Kabupaten Kediri, kepadatan terasa di Mengkreng, Papar, Plemahan, dan Branggahan. Sedangkan di Kota Kediri, kepadatan terjadi di Mrican, jalan PB Sudirman, dan beberapa titik lainnya.
Sementara itu, kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) masih menjadi tempat wisata favorit pemudik. Meskipun jumlahnya tak sebanyak tahun-tahun sebelum pandemi. “Jumlah pengunjung meningkat mulai H-1 Lebaran,” kata Supriyadi, 59, tukang parkir di kawasan itu.
Bila dilihat dari plat nomor kendaraan yang parkir, banyak yang berasal dari luar kota. Kebanyakan berombongan. Mereka memanfaatkan dengan foto bersama ataupun ber-swafoto.
"Saya asli Kediri tetapi domisili di Samarinda," terang Diana Nur Farida. Perempuan 35 tahun ini mengunjungi monumen dengan suami dan kedua anaknya. Selama di Kediri ia tinggal di rumahnya yang berada di Kecamatan Wates.
Meningkatnya jumlah pengunjung ini juga membawa rezeki bagi pedagang makanan dan minuman. Apalagi cuaca kemarin sangat panas.
“Laris manis, es teh ini sampai ngisi ketiga kalinya," aku Sayem, 60. Editor : Anwar Bahar Basalamah