Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kasus LSD, 19 Ekor Sapi Dapat Pantauan dari DKPP Kabupaten Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 10 April 2023 | 18:37 WIB
DIANG: Nurkolis membakar tumpukan dedaunan kering di sekitar kandang sapi, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo. Baginya, itu cara terbaik mengusir serangga yang bisa menyebabkan LSD. (Foto: Rekian)
DIANG: Nurkolis membakar tumpukan dedaunan kering di sekitar kandang sapi, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo. Baginya, itu cara terbaik mengusir serangga yang bisa menyebabkan LSD. (Foto: Rekian)
KEDIRI, JP Radar Kediri– Sebanyak 19 sapi yang terinfeksi penyakit lumpy skin diseases (LSD) di Kabupaten Kediri kini mendapat pemantauan khusus dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP). Hingga kemarin, ternak yang terpapar virus poxviridae itu tidak ada satu pun yang mati.

Saat ini, Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, hewan yang kena LDS tinggal 13 ekor. Enam dinyatakan sembuh. “Tidak ada yang mati akibat LSD ini,” ujarnya.

Data DKPP menyebut, ternak kena penyakit paling banyak ada di Kecamatan Kepung. Jumlahnya lima ekor. Selanjutnya di Kecamatan Purwoasri, empat ekor.  Lalu ada tiga kasus di Kecamatan Ngadiluwih. Kemudian, masing-masing dua ekor di Plemahan dan Kayenkidul.

Sisanya di Kecamatan Papar, Kecamatan Tarokan, dan Kecamatan Wates masing-masing satu ekor. Untuk mencegah agar tidak meluas, Pemkab Kediri telah menyediakan vaksinasi. Namun belum semua kecamatan mendapat vaksin. “Hanya ada sembilan kecamatan yang dapat vaksin tersebut,” kata Tutik.

Sasaran vaksinasi yang sudah disalurkan untuk mencegah LSD 4.474 ekor sapi. Dari angka itu terbanyak di Kecamatan Kandangan. Jumlahnya 1.393 ekor dan Ngancar 1.384 ekor. Kecamatan lainnya masih di bawah seribu ekor.

Kabid Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Kediri Yuni Ishmawati menambahkan, penyakit LSD ini disebabkan serangga nyamuk dan lalat pengisap darah. Cara tradisional yang kerap dipakai peternak adalah dengan membakar sampah organik di sekitar ternak. Atau kerap disebut dengan diang. Tujuannya, mengusir serangga di kandang.

Terkait daging hewan yang kena LSD, Yuni menyatakan, jeroan dan kulit pada daging sapi tersebut tidak layak dikonsumsi. Karena itu, warga yang hendak membeli daging sapi yang kena LSD ini harus lebih berhati-hati. “Karena penyakit ini menular pada hewan lain maka setiap sapi yang tertular wajib diisolasi agar tidak menularkan,” tandasnya.

Terpisah, Nurkolis, 53, peternak asal Desa Ngebrak, Gampengrejo mengaku, sudah mengetahui penyakit LSD yang kini menyerang sapi. “Kami belum mendapat vaksinasi, cara yang kami lakukan hanya menggunakan diang seperti ini,” aku lelaki yang rambutnya sudah memutih sembari membakar tumpukan sampah organik di dekat dua sapi miliknya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri hari ini #kediri viral #info kediri #seputar peternakan #kediri news