Beruntung, sopir dan tiga penumpangnya masih selamat. Mereka mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Kejadian nahas itu bermula dari mobil pikap yang disopiri Anzulya Fajar Hanif, 16. Fajar yang disewa sebagai sopir itu membawa tiga orang penumpang. Yakni, Dukut, 48, bersama Yatini, 36, sang istri dan anaknya, Maulana, 8. Keempatnya adalah warga Desa Gondanggunung, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
“Mereka baru saja mengantarkan buah di Badal (Ngadiluwih). Pikap itu mobil sewaan,” kata Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setya Budhi di lokasi kejadian, Minggu (19/3).
Saat melintas di perlintasan KA di Dusun Rembangmitiran, mobil pikap nopol AG 9302 RR itu tiba-tiba mogok. Diduga, mesin mati karena ada KA Rapih Dhoho yang sudah dekat melaju dari arah utara.
Melihat KA terus mendekat, Fajar langsung turun dari mobil. Dia berusaha mendorong pikap dari pintu sebelah kanan. Sementara Dukut, yang berada di bak terbuka, turun mendorong mobil dari belakang. Adapun Yatini dan Maulana tetap di dalam mobil.
Namun, usaha tersebut sia-sia. KA Rapih Dhoho tetap menyambar pikap warna biru itu. Mobil terseret sampai 100 meter dan masuk ke pekarangan rumah warga.
Iwan mengungkapkan, sopir, ibu dan anaknya mengalami luka-luka. Bahkan, Maulana sampai mengalami patah kaki. Sementara Dukut tidak luka sama sekali. “Semua korban kami bawa ke RSUD dr Iskak,” ungkapnya.
Menurut Iwan, perlintasan KA di dusun tersebut sering terjadi kecelakaan. Dalam setahun terakhir, tercatat ada tiga kali kecelakaan di tempat yang sama.”Karena tidak ada palang pintu, kami meminta masyarakat hati-hati saat melintas di perlintasan,” kata Iwan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah