Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00. Saat kejadian, sejumlah pekerja tengah memproduksi gula merah di bangunan terpisah. “Yang terbakar ini tempat penyimpanan sepah tebu,” kata Sutrisno ditemui di lokasi kejadian kemarin.
Limbah produksi gula merah itu total ada sekitar 380 ton. Sedianya sepah tebu itu juga menjadi bahan bakar untuk memproduksi gula merah. Karenanya, dengan terbakarnya ratusan ton sepah tebu itu, dia merugi hingga ratusan juta rupiah.
Sutrisno yang seharusnya memiliki stok bahan bakar juga harus membeli sepah dari luar. “Ini (sepah tebu, Red) sebenarnya juga sudah dipesan oleh PG Ngadirejo,” lanjutnya sembari menyebut sebagian sepah juga sudah diambil untuk bahan bakar produksi gula di pabrik milik BUMN tersebut.
Lebih jauh Sutrisno menjelaskan, saat kejadian kebakaran dia tengah berada di rumahnya yang tak jauh dari pabrik. Begitu ditelpon sang istri tentang musibah tersebut, dia langsung menuju pabrik. Karyawannya yang lain melaporkan ke polisi dan petugas memadamkan kebakaran.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri sekitar pukul 12.30 kemarin, api masih membumbung tinggi di lokasi. Sejumlah petugas terlihat berjibaku berusaha memadamkan api dari berbagai sisi. Kondisi sepah yang tak ubahnya sekam sedikit menyulitkan mereka. Hingga pukul 16.00 kemarin, empat unit mobil PMK masih terus melakukan pembasahan untuk memastikan api benar-benar padam.
Terkait musibah di pabriknya, Sutrisno menduga ada unsur kesengajaan. Ini tak lepas dari lokasi bangunan tempat sepah tebu yang jauh dari api produksi. Kecurigaannya menguat karena lokasi tempat penyimpanan sepah ini berada di tempat terbuka. Bersebelahan dengan sawah yang hanya dibatasi pagar tembok di sisi timur.
Menurut keterangan saksi pertama, api pertama kali muncul dari tumpukan sepah di sisi timur laut. Lokasi tersebut sekaligus merupakan tempat sepah basah yang baru keluar dari mesin penggilingan. “Memang halangannya orang usaha pasti ada juga. Karena ini, ya nanti kita bahan bakarnya akan supply dari luar,” sesalnya.
Komandan Pos Damkar Ngadiluwih Suprapto mengatakan, kebakaran sulit dipadamkan lantaran api yang cepat merambat. Terlebih di sisi selatan, api dengan cepat melahap semua sepah yang sudah kering. Beberapa atap pun langsung roboh.
“Sebaran api sudah merata. Untuk mempermudah pemadaman, harusnya tumpukannya dierek-erek (diratakan). Nanti kita koordinasikan dengan yang punya,” terang Suprapto di lokasi kejadian.
Terpisah, Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi menyebut anggotanya telah melakukan pengamanan dan pengecekan lokasi. “Kebakaran sepah sisa penggilingan tebu. Tidak ada korban jiwa,” tegas Iwan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah