Jati dirinya dipastikan setelah keluarganya mendatangi RS pagi kemarin (5/3). "Alfi Idayanti (istri Heru) tahunya dapat kabar dari Polsek Wonosalam, lalu ke rumah sakit memastikan. Ternyata benar suaminya," papar Kapolsek Kunjang AKP Ashanik.
Alfi mengenali suaminya dari tato di kaki kanan. Sementara penyebab meninggalnya Heru diduga karena terpeleset. Karena saat itu aliran sungai sangat deras. "Hasil pemeriksaan medis dan Inafis Polres Kediri menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terang Ashanik.
Dari keterangan keluarganya, Heru sudah 10 hari tidak pulang. Keluarga sudah mencari. Namun tidak berhasil. Untuk diketahui, saat ditemukan jenazah Heru mengapung di aliran Sungai Konto sekitar pukul 17.00. Kali pertama diketahui orang yang sedang memancing.
Waktu itu jasad Heru mengapung dan telungkup. "Yang pertama tahu dua orang. Kemudian mereka melapor ke perangkat desa dan polsek," kata Ashanik.
Karena keluarga Heru tidak berkenan diotopsi, jenazah langsung diserahkan keluarga dan langsung dimakamkan. "Jenazah dibawa ambulans. Diantar ke rumah duka," pungkas Ashanik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah