Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Deras Kediri Raya, Rumah Ambruk dan Satu Orang Tewas

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 28 Februari 2023 | 17:02 WIB
TUTUP JALAN: Petugas BPBD dan DLHKP memotong pohon tumbang di area GOR Joyoboyo, Kota Kediri kemarin sore. (Foto: Emilia Susanti)
TUTUP JALAN: Petugas BPBD dan DLHKP memotong pohon tumbang di area GOR Joyoboyo, Kota Kediri kemarin sore. (Foto: Emilia Susanti)
KOTA, JP Radar Kediri–Hujan deras disertai angin kencang yang menyapu wilayah Kota dan Kabupaten Kediri kemarin membuat dua daerah tersebut dikepung bencana. Ada belasan titik bencana pohon tumbang hingga satu orang tewas, rumah ambruk, dan empat tebing di lereng Gunung Wilis yang longsor.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, bencana beruntun itu terjadi setelah angin kencang disertai hujan deras menyapu Kediri Raya sekitar pukul 13.22 kemarin. Suwarno, 57, warga Dusun Randulawang, Desa Bulu, Semen yang hendak mencari rumput tewas tertimpa dahan pohon tekik yang ambruk. “Jenazahnya (Suwarno, Red) ditemukan oleh Pujiono, adiknya,” kata Bhabinkamtibmas Desa Bulu Aiptu Martono, pada koran ini tadi malam.

Saat kejadian, sedianya Pujiono mencari rumput di selatan makam Desa Bulu. Saat itu, dia melihat banyak pohon tumbang di sana. Begitu didekati, ternyata sang kakak sudah terbaring tak bernyawa di bawah pohon. “Saksi langsung berteriak meminta tolong warga dan membawa jenazah kakaknya pulang,” beber Martono.

Selain di Desa Bulu, Semen, bencana pohon tumbang di Kabupaten Kediri juga terjadi di beberapa daerah lain. Di antaranya, di Desa Wonosari, Pagu. “Di sana ada pohon trembesi dan pohon melinjo besar yang ambruk menutup jalan,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Edy Suprapto.

Photo
Photo
(Foto: Emilia Susanti)

Selain pohon tumbang, Edy menyebut angin kencang juga membuat sejumlah angkringan di area SLG ambruk tersapu. Demikian juga rambu kaca di Jl Tunggul Wulung, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, yang doyong. “Ada satu rumah warga di Desa Pule, Kandat yang ambruk. Penyebabnya karena rumahnya tua. Anggota kami masih melakukan pengecekan malam ini (tadi malam, Red),” lanjut Edy.

Tak hanya angin kencang kemarin siang, Edy menjelaskan hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kediri sejak Minggu (26/2) siang juga mengakibatkan bencana longsor di lereng Wilis sekitar pukul 18.30. Setidaknya ada empat tebing dan plengsengan setinggi 10 meter dan panjang 11 meter yang ambrol. Yakni, plengsengan sungai di Desa Sukoanyar, Mojo yang longsor menimpa rumah Hadi, 37, warga setempat.

Kemudian, bencana tanah longsor menimpa rumah Kaderi, di Dusun Sumberdandang, Desa Keniten, Mojo. Selanjutnya, jalan penghubung Dusun Biting menuju Dusun Suko, Desa Jugo juga tertutup material tebing setinggi empat meter dan panjang 24 meter yang longsor. Terakhir, plengsengan di Desa Keniten, Mojo yang ambrol menimpa rumah Mustofa, 65. “Untuk bencana longsor pada Minggu malam semuanya sudah ditangani,” papar Edy sembari menyebut hingga tadi malam pihaknya masih menunggu hasil asesmen untuk rumah warga yang ambruk di Desa Pule, Kandat.

Sementara itu, selain di Kabupaten Kediri, bencana pohon tumbang juga terjadi di Kota Kediri. Sedikitnya ada 11 titik pohon tumbang di Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto yang sempat mengakibatkan lalu lintas di sekitarnya macet. Di Kecamatan Kota, pohon tumbang terjadi di Jl Brigjen Katamso, Kelurahan Kampungdalem; dan di Gang Sumber, Kelurahan Ngronggo.

Adapun sembilan titik pohon tumbang lainnya terjadi di Kecamatan Mojoroto. Mulai di Kelurahan Bandarkidul Gang 11, Jl Veteran, Kelurahan Bujel, Terminal Tamanan, area pasar hewan Kelurahan Bandarkidul, dan empat titik lainnya di kompleks GOR Joyoboyo. “Untuk sepuluh titik (pohon tumbang, Red) sudah ditangani. Tinggal yang di area pasar hewan karena sudah malam dan hujan, anak-anak (tim reaksi cepat, Red) saya minta melanjutkan besok (pagi ini, Red),” kata Kalaksa BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh.

Lebih jauh Indun menjelaskan, belasan titik pohon yang tumbang kemarin mayoritas merupakan pohon besar. Diameternya mulai 40 sentimeter hingga 70 sentimeter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Melainkan hanya satu titik yang menimpa kafe di area GOR. “Selebihnya sempat menutup jalan, tetapi sudah dibersihkan dan lancar kembali,” paparnya.

Pantauan koran ini, hingga pukul 15.30 kemarin tim BPBD dan petugas dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait masih melakukan pemotongan pohon di area GOR Joyoboyo. Nunin Lidya, warga Kelurahan Bandarkidul yang warungnya tertimpa pohon mengungkapkan, selain pohon yang menimpa kedainya, ada beberapa warung di sekitarnya yang juga tumbang.  “Awalnya yang depan duluan. Lima menit kemudian yang ada di kedai ini,” jelas wanita berhijab tersebut.

Akibat kejadian tersebut, warungnya rusak. Beberapa lampu hias

miliknya juga hancur karena tiang penyangganya ikut tumbang. Meski demikian, dia bersyukur karena tidak ada korban jiwa.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Sumber Harto menjelaskan, cuaca buruk di Kediri Raya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Masyarakat harus mewaspadai hujan deras disertai angin kencang hingga petir,” pintanya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita hari ini #bencana alam