Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kecelakaan Beruntun, Pelajar SMK Tewas

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 21 Februari 2023 | 17:15 WIB
RUSAK PARAH: Polisi mengatur lalu lintas di Jl Kapten Tendean, Kelurahan Blabak, Pesantren sebelum truk trailer nahas yang mengalami kecelakaan beruntun kemarin pagi dievakuasi. (Foto: Habibah A. Muktiara)
RUSAK PARAH: Polisi mengatur lalu lintas di Jl Kapten Tendean, Kelurahan Blabak, Pesantren sebelum truk trailer nahas yang mengalami kecelakaan beruntun kemarin pagi dievakuasi. (Foto: Habibah A. Muktiara)
KOTA, JP Radar Kediri–Jl Kapten Tendean, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren sempat macet kemarin pagi. Ini setelah di jalur provinsi tersebut terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan roda dua dan roda empat. Akibatnya, Grisela Da Leony, 17, siswa SMK di Kota Kediri tewas.

Motor dan tubuh gadis asal Desa/Kecamatan Kandat itu masuk ke kolong truk trailer yang dikemudikan oleh Nahar Ma'arif, 47, warga Dusun Becek, Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan. “Saat saya melihat kondisi pengendara sepeda motor sudah di kolong truk,” kata Arif, 40, salah satu pedagang di sekitar lokasi kejadian.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu, Arif yang tengah mengambil air di belakang kiosnya mendengar suara benturan yang keras. Braaak! penjual durian itu langsung lari ke depan. Saat itulah dia melihat tubuh Grisela sudah berada di kolong truk trailer bersama motornya.

Di saat yang sama, ada empat kendaraan lainnya yang saling berbenturan. Yakni, sepeda motor Yamaha Mio Soul yang dikendarai oleh Muhammad Alamul Huda, 26; truk pikap warna putih yang dikemudikan oleh Alidin Efendi Uchjioni, 24; truk pikap yang dikemudikan Eko Prijono, 44; dan truk Hino boks yang dikemudikan oleh Moh Tauvix.

Photo
Photo
(Ilustrasi: Afrizal)

Banyaknya kendaraan yang terlibat kecelakaan membuat jalur provinsi itu langsung macet. Apalagi, satu personel polisi yang datang sekitar 10 menit kemudian tidak berani langsung mengevakuasi korban. Sebab, tubuh Grisela terjepit di kolong truk.

Evakuasi baru dilakukan setelah tim dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Kediri Kota tiba di lokasi. Saat itu juga, lalu lintas berhasil diurai meski hanya satu jalur yang bisa dioperasikan. “Kondisinya tidak memungkinkan untuk langsung dievakuasi tadi (kemarin, Red),” terang pria asal Ngantang, Kabupaten Malang itu.

Terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Wina Nurwarida menegaskan, kecelakaan maut di Jl Kapten Tendean itu dipicu oleh truk trailer yang dikemudikan oleh Nahar. Truk bernopol AG 9691 UO itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju ke selatan.

Saat tiba di lokasi kejadian, truk berniat mendahului mobil boks warna hijau yang dikemudikan oleh Alidin. “Saat menyalip, truk oleng ke kanan atau ke barat, kemudian dari arah berlawanan (dari selatan, Red) melaku mobil pikap traga (yang dikemudikan Eko Prijono, Red),” beber Wina.

Mobil bernopol AG 8465 AI ini pun berusaha menghindar ke kanan. Akibatnya, mobil ekspedisi itu berbenturan dengan bodi belakang truk trailer. Mobil yang dikemudikan pria asal Kelurahan Bandarlor, Mojoroto itu terpental hingga mengenai truk Hino boks yang dikemudikan oleh Tauvix.

Tak cukup menabrak mobil pikap yang dikemudikan oleh Eko, truk trailer nahas itu juga menabrak motor Yamaha Mio Soul GT  bernopol AG 2973 BW, sepeda motor Honda Beat bernopol N 4125 AX, serta mobil pikap boks bernopol B 9123 PXS, dan mobil pikap AG 8465 AI. Benturan tersebut membuat pengemudi sepeda motor Honda Beat dan pengemudi pikap boks mengalami luka-luka. “Korban dirawat di RS Bhayangkara dan RSUD Gambiran,” jelas Wina.

Sementara itu, kecelakaan maut juga terjadi di timur SPBU mini Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Akibat kejadian tersebut, Eloy Christopher Rama Arso, 14, yang kemarin pagi mengendarai motor Yamaha FIZ R bernopol AG 6481 AAI tewas di tempat kejadian.

Kapolsek Gurah AKP Roni Robi Harsono menduga, kecelakaan tunggal yang menimpa siswa SMPN 1 Kota Kediri itu akibat human error. Polisi menurutnya tidak menemukan unsur tabrak lari saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hal tersebut menurut Roni juga didasarkan pada luka-luka yang diderita oleh pemuda asal Desa/Kecamatan Plosoklaten tersebut. Di antaranya, tidak ada luka parah di tubuhnya. Termasuk luka akibat benturan keras. “Kami belum mengetahui penyebabnya (korban tewas, Red), yang jelas itu laka tunggal karena tidak ditemukan bekas tumbrukan dengan kendaraan lain,” terang Roni

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan terjadi pukul 05.45. Novan Wahyu Primadi ,27, warga asal Desa Kranggan yang sempat berpapasan dengan Eloy di barat pasar Desa Bangkok, Gurah mengaku melihat Eloy melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun, saat Novan sampai di timur SPBU mini Desa Turus, Novan melihat korban sudah tergeletak dijalan. “Warga juga tidak ada yang tahu penyebabnya apa, kondisi jalan juga masih sepi,” sambung Roni sembari menyebut Eloy mengalami luka parah di kepala, serta hidung dan mulut yang mengeluarkan darah. Jasad Eloy langsung dibawa ke RSUD SLG untuk divisum.

Terpisah, Hayati, 38, warga setempat mengaku mendengar benturan keras kemarin pagi. Saat keluar, dia melihat Eloy sudah tergeletak di jalan. Melihat hal tersebut, warga langsung melapor ke polisi. “Di sini memang sering terjadi kecelakaan. Dua minggu yang lalu juga ada pelajar yang kecelakaan,” paparnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kecelakaan beruntun #radar kediri #berita viral #berita terbaru #Kecelakaan maut