Dalam masa pemantauan, sehari ada dua pengendara yang kecelakaan. “Rata-rata 2 kasus, tapi hanya kecelakaan luka-luka ringan sama kerugian materiil,” paparnya.
Dari hasil operasi lilin tahun ini, menurut Siswo, kerusakan jalan menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Hal itu menjadi evaluasi, agar ke depannya diperbaiki. ”Ada hal yang perlu dievaluasi untuk perbaikan tahun depan. Seperti perlunya perbaikan jalan berlubang,” ujarnya.
Siswo mengaku, kondisi jalan pada saat Nataru cukup ramai. Namun masih bisa diamankan. Jadi tidak perlu melakukan pengalihan arus lalu lintas. Penyekatan pun tidak perlu dilakukan. Karena PPKM juga sudah resmi dicabut. “Kemarin tidak ada pengalihan arus, dari awal memang ramai tapi cukup pengaturan saja,” terangnya.
Meski tidak ada pengalihan arus, Siswo bersama seluruh anggota siaga bila terjadi kemacetan di jalan. “Kami menyiapkan pasukan. Bila di SLG trouble maka akan langsung dilakukan pengalihan arus,” ucapnya.
Siswo menyebutkan, titik rawan macet terjadi di dua tempat. Yakni pertigaan Mengkreng, Purwoasri dan simpang empat Kandangan. Sementara titik rawan kecelakaan berada di Desa Wonojoyo, Gurah, arah sebelum SLG. “Di simpang tiga Mengkreng sama simpang empat itu kalau tahun baru memang macet, tapi masih bisa diatasi,” pungkasnya.(c3/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah