Akibat kejadian tersebut, Eko Haryanto, pemiliknya, mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. “Kami mendapatkan informasi adanya kebakaran sekitar pukul 09.28,” terang Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri Fanni Eryanto.
Mendapatkan laporan tersebut, tiga unit mobil UPT PMK Kota langsung menuju lokasi. Tiba di lokasi sekitar pukul 09.38 langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45.
Setelah api padam, petuga langsung melakukan pengecekan. Percikan api diduga berasal dari selang gas elpiji yang bocor. “Insiden kebakaran terjadi saat proses memasak sedang berlangsung di dapur rumah makan tersebut,” ungkapnya.
Diduga terjadi kebocoran pada selang gas. Api lalu menjalar ke tembok. Api dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lainnya. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya beberapa kompor yang rusak. Saat ini, TKP sudah dinyatakan kondusif.
“Kejadian kebakaran karena kebocoran gas lpg ini sering terjadi,” kata Fanni. Yang menjadi keteledoran masyarakat ini lebih ke selang yang sudah aus, regulator yg sudah rusak dan kurang diperhatikan saat penggantian tabung sehingga terjadi kebocoran.
Agar tidak terjadi kebakaran karena kebocoran tabung gas, Fanni mengatakan, yang perlu dilakukan adalah memeriksa secara berkala peralatan kompor elpiji. Jika memakai beberapa tungku, agar diperhatikan pemasangan regulator agar terhindar dari kebocoran saat penggantian tabung gas.
Terkait berapa kali dilakukan perawatan dan pengecekan. Fanni menjelaskan bahwa hal tersebut tergantung pemakaian. Semakin intensitas tinggi pemakaiannya, seharusnya perawatan semakin intensif.
Jika mengetahui gas mengalami kebocoran, diusahakan tidak langsung kontak dengan listrik dan api. Namun mencabut regulator dan membuka ventilasi rumah. Tabung yang sudah dibuka regulatornya langsung ditutup dengan kain basah. Editor : Anwar Bahar Basalamah