Sumber api dari nyala kompor yang lupa dimatikan. Api menjilat tumpukan kayu bakar yang ada di dekatnya. Membuatnya kian membesar hingga mencapai atap rumah.
“Kebetulan di samping (kompor) memang ada kayu yang biasa digunakan untuk membersihkan ayam,” terang Agung Santoso, 55, pemilik warung makan itu.
Awal mula insiden itu, berdasarkan keterangan Agung, ketika keponakannya tengah boyongan. Pindah dari tempat kosnya ke rumah makan tersebut. Saat proses pindahan itulah si keponakan menyalakan kompor. Berniat membuat kopi sekitar pukul 03.00.
Karena sibuk memindahi barang-barangnya, sang keponakan lupa dengan kompornya. Tidak dia matikan hingga api tambah besar. Yang akhirnya merembet ke tumpukan kayu bakar kemudian menjilati atap rumah.
Kebkaran itu baru ketahuan setelah salah seorang anak Agung mendengar ada barang yang jatuh di dapur. Kebetulan, si anak tersebut tidur di warung. Dia langsung menuju asal suara. Ketika sampai, dilihatnya api sudah membakar dapur.
“Yang tahu pertama kali anak saya. Habis lihat bola terus tahu dapurnya terbakar,” cerita Agung.
Si anak langsung menuju rumah dengan panik. Memberitahu ayahnya bahwa rumah makan terbakar. Agung yang mendapat berita itu segera mendatangi warung. Sayangnya, api sudah sedemikian besar. Sehingga dia tak bisa lagi menyelamatkan barang-barang yang ada di warung.
“Sudah tidak ada yang bisa diselamatkan. Semuanya hangus terbakar,” keluhnya.
Warung dengan ukuran 17 meter kali 6 meter tersebut ludes. Hanya tersisa bagian depannya. Seluruh barang termasuk meja makan, etalase kaca, surat rumah, bahkan uang yang akan digunakan untuk kulakan ludes terbakar.
Padahal Desember ini dia sudah menerima 100 pesanan. Untuk acara Natal dan juga Tahun Baru. Karena warungnya terbakar terpaksa dia akan memasak dan melayani pesanan dari rumah.
“Padahal ini lagi rame-ramenya. Tapi gimana lagi, pas apes,” ucapnya pasrah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api juga bisa langsung dipadamkan sebelum merembet ke rumah di sekitarnya. Termasuk rumah orang tua Agung yang berdempetan dengan rumah makan.
Meskipun tidak ada korban jiwa, total kerugiannya tergolong besar. Agung memperkirakan sampai Rp 200 juta. “Yang terbakar ada freezer, meja, etalase, perkakas, sepeda motor, dan sepeda,” urainya.
Mobil pemadam kebakaran datang setengah jam sejak kejadian bermula. Yaitu sekitar pukul 03.30. Dua unit mobil damkar milik pemkot itu berhasil memadamkan total api sekitar pukul 05.00.
Beruntung lokasi sangat mudah dijangkau mobil damkar. “Kendalanya masih adanya aliran listrik,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Petugas Memadamkan Kebakaran (UPT PMK) Fanni Erayanto. Editor : Anwar Bahar Basalamah