Kejadiannya sekitar pukul 05.30 kemarin (12/12). Bus diketahui sempat melaju kencang di tikungan depan SPBU. Lalu, berhenti untuk menaikkan dua penumpang di selatan pertigaan Jetis.
“Sempat ngebut Mbak pas di tikungan sana dan berhenti di depan sini,” ungkap Wahyuni, warga Ngronggo. Beberapa kendaraan di belakangnya sempat beberapa kali membunyikan klakson karena bus tak kunjung jalan.
Muhadi sering menitipkan sepeda motornya di penitipan sekitar jalan tersebut. “Biasanya memang menitipkan motor di sekitar sini Mbak,” ungkapnya.
Sopir asal Kecamatan Kandat itu mengemudi dari Tulungagung menuju Surabaya. Kernet busnya, Afif Dwi Handika, 27. Saat kejadian Afif di belakang langsung mengecek keadaan sopir. “Diketahui pengemudi telah jatuh duduk ke samping kiri hingga kepalanya membentur dudukan spons,” ungkap Kapolsek Kota AKP Mustakim.
Wahyuni mengungkapkan setelah korban dibawa keluar bus sempat diperikas petugas. Kemudian, langsung dibawa ke RSUD Gambiran II dengan mengendarai mobil pikap.
Setelah pemeriksaan, didapati Muhadi memiliki riwayat sakit jantung dan telah keluar masuk rumah sakit. Muskaim mengatakan, kematian korban wajar karena sakit.(c2/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah