Meskipun belum bisa dipastikan, kebakaran diduga terjadi dari sepeda motor yang memercikkan api. Menurut keterangan saksi mata, ada seseorang yang tengah mengeluarkan bensin dari tangki sepeda motornya. Proses itu yang kemudian memercikan api sehingga membakar toko dan beberapa kendaraan lain.
Karena penuh dengan benda yang mudah terbakar, api pun dengan cepat meluas. Membuat upaya pemadaman mengalami kesulitan. Butuh tiga mobil pemadam kebakaran (damkar) sebelum akhirnya api bisa dijinakkan.
“Kendala utama adalah jarak tempuh. Karena jembatan di alun-alun dibongkar,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Petugas Memadamkan Kebakaran (UPT PMK) Fanni Erayanto.
Menurut Fanni, kebakaran terjadi pukul 08.30. Awalnya ada sepeda motor milik pembeli di depan kios yang memercikkan api. Kemudian membakar sepeda motor tersebut.
Kemudian, sang pemilik sepeda motor berusaha memadamkan si jago merah. Sayang, upayanya itu justru membuat motor terguling. Api pun merembet dan membakar kios.
"Motornya ambruk sehingga api menyambar dan merembet ke bangunan kios," terang Fanni.
Warga yang melihat api semakin membesar langsung melaporkan kejadian ke pemadam kebakaran. Setelah itu, tiga mobil tiba di tempat kejadian. Upaya pemadaman langsung dilakukan. Namun, api baru benar-benar padam sekitar pukul 10.00. Meskipun ada kendala jarak tempuh, Fanni menyebut penanganan masih dalam range respon time.
Terkait kebakaran itu, beberapa saksi menyebut di tempat itu sering terlihat ada orang yang mengeluarkan bensin dari tangki sepeda motor. "Memang, biasanya di situ buat ngetap bensin orang-orang yang jual eceran mbak," aku saksi yang juga tetangga korban namun enggan namanya ditulis.
Menurut saksi itu, saat warga berusaha memadamkan apai mendapat banyak kendala. Ketika disiram air api justru membesar. Akhirnya warga memutuskan memadamkan menggunakan pasir milik tetangga kios.
"Karena ada bensin jadi dimatikan susah. Kami sampai pakai pasir milik tetangga," terangnya.
Meskipun tak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tergolong besar. Empat unit motor hangus tak berbentuk. Yaitu satu Honda Revo, satu Honda Vario, satu Honda Beat, dan satu Suzuki Thunder. Juga, kios milik Ismail hangus berikut barang dagangannya. Total kerugian mencapai Rp 250 juta. Editor : Anwar Bahar Basalamah