Pelaku beraksi saat melihat kunci motor masih menancap di lubangnya. “Pelaku mondar-mandir sekitar jam 12.00 siang. Saat itu pemilik motor ada di ruang customer service (CS). Karena karyawan lain di lantai atas, rolling door tertutup setengah,” ungkap Ilman, 32, rekan kerja Mustain.
Mustain baru mengetahui motornya raib sekitar pukul 14.00. Diduga pelaku beraksi sekitar jam 13.30. Ilman menduga pelaku ada dua orang. “Satu yang eksekusi, satunya menunggu di seberang jalan,” ujarnya ketika ditemui koran ini kemarin (15/11).
Mustain telah melapor ke Polsek Ngasem. Sambil menunggu penyelidikan polisi, dia menggunakan motor saudaranya untuk bekerja. “Kita lapor ke Polsek Ngasem saat mengetahui kejadian,” pungkas Ilman.
Mustain membenarkan, dirinya lupa melepas kunci yang menancap di motor. Warga Desa Tunge, Kecamatan Wates itu baru menyadari motornya hilang siang. Senada dengan Ilman, Mustain mengatakan, pelaku ada dua orang menggunakan motor Honda PCX warna putih.
“Hasil dari CCTV kantor, pelaku berboncengan. Tapi plat motor tidak ada. Sepertinya memang sengaja dilepas,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi melalui Kanitreskrim Aiptu Rudi mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV di kantor JNT dan di pinggir jalan. Hasilnya, CCTV berhasil menyorot dua pelaku sebelum mencuri motor.
“Plat kendaraan yang digunakan dua pelaku tidak terlihat jelas oleh CCTV. Identifikasi pelaku masih kita selidiki, karena pelaku menggunakan helm,” terang Dyan. (c1/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah