Hanya saja, soal jumlah anggota kelompok itu pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, dari keterangan korban hingga temuan di Closed Circuit Television (CCTV) tiga sepeda motor pelaku berbeda. Masing-masing ditumpangi dua orang.
Indikasi itulah yang mengarahkan kecurigaan pelakunya berkelompok. ”Dari CCTV terlihat motor matik semua. Plat nomor yang dideteksi ternyata palsu,” ungkap Dandy.
Terkait motif pun, dia mengakui, belum mengetahuinya. Mengingat pelaku belum ditangkap. Selain itu, korban yang melapor juga tidak memiliki alasan kuat diincar oleh musuh atau orang yang tak suka dengannya.
Dandy memperkirakan, pelaku beraksi secara acak. Tak memilih sasaran kendaraan tertentu. Sudah belasan kasus terjadi di wilayah hukum Polsek Gurah, Ngasem, Pagu, dan Gampengrejo.
Demi mengungkap kasus ini, Polres Kediri membentuk tim khusus (timsus). Mereka berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri untuk memantau melalui CCTV. Pihaknya masih meneliti rekaman yang diberikan dishub di sepanjang jalan TKP.
Timsus untuk mengungkap peneror pecah kaca mobil melibatkan polsek jajaran (Ngasem, Pagu, Gurah, dan Gampengrejo) dilibatkan. Ini mengingat banyak kasus terjadi di sekitar kecamatan tersebut. Selain itu, polisi menggiatkan patroli
KBO Satreskrim Polres Kediri Iptu Hendro mengatakan, fokus tim terutama resmob memburu pelaku teror lempar batu ke mobil. Di antara ciri-ciri pelaku sudah dikantongi. Namun perlu didalami dan dipertajam. “Beberapa tim sudah mengantongi ciri-cirinya, tinggal diperdalam saja,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah