“Kemungkinan api dari arah selatan Mbak. Keadaan kemarin pas tidak ada yang di sini, jadi juga belum diketahui pasti penyebabnya,” ungkap Ponco Yulianto, salah satu karyawan pabrik.
Pabrik tersebut sudah tidak beroperasi sejak 6 bulan lalu. Namun hanya mengolah hasil panen dari pemiliknya saja. Rencananya, pabrik tersebut akan beroperasi lagi dalam waktu dekat. Namun, si jago merah lebih dahulu melahap tumpukan sepah tebu.
Tumpukan sepah tebu itu akan digunakan bahan bakar pemasakan. “Ini sebenarnya sudah mau dibersihkan untuk kembali beroperasi lagi. Tapi malah kebakaran,” ujar Ponco.
Menurutnya, api yang membakar cukup besar. Apalagi sepah tebu itu sangat kering. Sehingga api mudah merambat. Warga sekitar sempat membantu memadamkan. Empat kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 15.00. Pada pukul 17.00 api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Malamnya, 6 warga mengguyur kembali sepah tebu. Itu untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Kemarin (6/11), Ponco kembali mengguyur tumpukan sepah tebu yang tersisa dengan alat seadanya. “Ini diguyur air untuk antisipasi. Takutnya kalau ada angin kencang ada api nyala lagi,” jelasnya dengan terus mengguyur tumpukan sepah tebu.(c2/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah