Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, pelaku yang diduga mengendarai sepeda motor melempari kaca mobil yang disalipnya secara acak. “Pernah dimonitoring melalui kamera pemantau di dalam mobil. Namun, plat sepeda motor pelaku tidak bisa diidentifikasi,” kata Kapolsek Gurah AKP Roni Robi.
Lebih jauh Roni menjelaskan, di wilayah Gurah dan Ngasem ada sekitar 11-15 kasus pelemparan batu ke kaca mobil selama dua minggu terakhir. Aksi tersebut biasanya terjadi mulai dari perbatasan Ngasem-Ngurah alias perbatasan keluar dari SLG menuju arah Pare.
Terkait identitas pelaku, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini menduga ada beberapa kemungkinan. Selain pelaku merupakan pengendara motor, ada juga kemungkinan jika pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Semuanya (kepastiannya, Red) akan terungkap setelah pelaku tertangkap,” jelasnya.
Untuk diketahui, kerusakan akibat kasus pelemparan batu ke kaca mobil ini bervariasi. Menurut Roni ada yang kaca mobilnya bolong hingga batu masuk ke kabin mobil. Ada pula yang sekadar retak atau lecet diduga karena batunya tidak terlalu besar.
Seperti yang dialami oleh Moch Nashih, 45. Pria asal Desa/Kecamatan Wonodadi, Blitar itu menjadi korban pelemparan kaca mobil pada Rabu (14/9) lalu. Mengendarai mobil Innova Reborn 2022, Nashih yang berkendara pukul 02.50 ini terkejut bukan kepalang.
“Saya mendengar bunyi duuakk! Saya pikir ban saya meletus,” kata Nashih saat dihubungi koran ini sembari menyebut lemparan terjadi saat dia melewati gapura perbatasan Ngasem-Gurah di Jl Ahmad Yani, Desa Wonojoyo, Gurah.
Melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam, berbagai prasangka langsung berkecamuk di benaknya. Dia juga sempat menyangka ban mobil yang dikendarainya bocor.
“Saya berhenti, keluar dari mobil. Saya tengok kiri, tengok kanan. Depan, belakang, ternyata aman. Tidak ada orang juga. Sepi,” kenangnya kembali melajukan mobil karena sempat merasa ketakutan.
Saat dicek, ternyata kaca mobil bagian depan dan bagian tutup mesin mobil tergores seperti bekas lemparan batu. Saat itu juga, pria yang mengemudikan kendaraan sendiri ini langsung melapor ke Polsek Gurah.
Selain kejadian yang menimpa Nashih, di wilayah Ngasem pelemparan batu di kaca mobil terjadi pada Kamis (15/9) dini hari. Total ada dua kejadian di sana. Seperti halnya Nashih, Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi menyebut korban juga tidak mengetahui identitas pelaku.
“Mereka kebingungan. Tahu-tahu kaca depan mobil yang dikendarai dilempari batu,” beber perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu. Menindaklanjuti banyaknya kasus pelemparan batu pada kaca mobil, Dyan menyebut pihaknya berusaha memancing pelaku. Tetapi, hingga kemarin identitasnya belum diketahui.
Untuk mencegah peristiwa serupa terus terjadi, Dyan menyebut pihaknya langsung mengintensifkan patroli. Terutama pada malam hingga dini hari. Patroli terutama dilakukan di jalur ke arah Pare. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jalur ke arah Pagu juga menjadi pantauan.
Melihat beberapa kasus yang terjadi, Dyan menengarai pelaku tidak memiliki sasaran tertentu. Baik plat nomor kendaraan atau jenis kendaraannya.
“Orang Kediri dan orang dari luar juga menjadi korban pelemparan,” tandasnya sembari menyebut Polres Kediri juga turun untuk menyelidiki kasus tersebut.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha menambahkan, pihaknya menerjunkan tim reserse mobil (resmob) untuk melakukan penyelidikan. “Setiap malam kami lakukan pemantauan,” tegasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah