Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30. Adalah Muhtarul Jamil, 50, salah satu pekerja gudang, yang sempat menyaksikan kebakaran di sana. “Saya baru sampai rumah, mau mandi, tiba-tiba ada asap gelap dari arah gudang,” kata Jamil.
Melihat itu, dia langsung mengecek ke luar. Rupanya, asap hitam yang mengepul itu berasal dari arah gudang.Sebelum kejadian itu, pria yang akrab disapa Jamil itu mengaku baru saja dari sana. Dia dan beberapa pekerja baru saja mengecat pagar yang selesai dikerjakan.
Karenanya, begitu melihat tempatnya bekerja terbakar, dia langsung berteriak meminta tolong. Hanya dalam hitungan detik, warga berdatangan. Mereka bahu membahu dengan para santri untuk memadamkan api.
Memakai timba, bak, dan selang, warga bergotong-royong memadamkan api selama 30 menit, sebelum tiga mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) tiba di lokasi. “Jadi gudang hanya penyimpanan. Pekerjaan dilakukan di luar, di sekitarnya,” beber pria yang mengaku kaget mendengar kabar gudang terbakar saat baru saja pulang ke rumah.
Dari mana titik api? lelaki berkaus jingga itu mengaku tidak mengetahuinya. Sebelumnya Jamil mengaku sudah mengecek semua alat. Saat itu diketahui jika tidak ada satu pun yang menyala. “Dugaan dari PMK katanya korsleting listrik lampu gudang,” terangnya.
Ditanya terkait jumlah kerugian, dia juga belum menghitung secara pasti. Meski demikian, setidaknya ada satu unit motor trail yang hangus. Ada pula beberapa mesin las dan perkakas milik tukang yang ikut dilalap api.
Untuk diketahui, saat kebakaran terjadi, dari arah gudang warga juga mendengar bunyi ledakan. Hal itu yang membuat warga langsung berhamburan ke luar rumah dan mencari arah suara.
Diduga bunyi ledakan itu berasal dari tabung gas dam motor trail yang terbakar. Terkait kebakaran di gudang pesantren Mambaul Hisan kemarin, Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setijobudi juga menduga musibah tersebut akibat korsleting. “Penyebab pastinya belum tahu, dugaan awalnya karena korsleting,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Kebakaran yang sempat menghebohkan warga itu ditafsir mengakibatkan kerugian Rp 30 juta. Jumlah tersebut karena ada satu unit motor yang hangus berikut peralatan bengkel. Adapun bangunan menurut Iwan tidak semuanya terbakar habis. Melainkan masih menyisakan bangunan samping. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material saja,” imbuhnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah