Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga asal Pare Tulis Surat Wasiat sebelum Gantung Diri 

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 27 Juni 2022 | 16:52 WIB
OLAH TKP: Petgas Polsek Pare dan Tim Inafis Polres Kediri memeriksa jenazah warga yang gantung diri di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare kemarin. (POLSEK PARE for JPRK)
OLAH TKP: Petgas Polsek Pare dan Tim Inafis Polres Kediri memeriksa jenazah warga yang gantung diri di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare kemarin. (POLSEK PARE for JPRK)
PARE, JP Radar Kediri– Sihkinaryo, 58, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pare mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya. Petani ini ditemukan gantung diri di kamar rumahnya kemarin. Diduga ia depresi karena sakit tak kunjung sembuh.

Di TKP, polisi menemukan bukti surat wasiat. Isinya bertuliskan, “Aku wis gak kuat karo kahanan iki (saya sudah tak kuat dengan keadaan ini)”. Kapolsek Pare AKP Bowo Wicaksono mengatakan, menemukan surat tersebut dari kantong celana korban. “Ditemukan saat jasadnya diturunkan petugas,” ujarnya.

Dari keterangan warga yang diperoleh polisi menyebut, Naryo diduga depresi karena memiliki riwayat sakit di kaki sebelah kanan. Awalnya hanya terkena knalpot motor. Namun tak kunjung sembuh.

Selain itu, juga ada rekam medis Naryo yang menyatakan dirinya menderita diabetes dan hipertensi. “Pernah dirawat anak-anaknya di Malang. Sudah membaik sekitar 50 persen, lalu minta kembali ke Kediri,” ungkap Bowo.

Keluhan atas kondisi sakitnya, sering diceritakan Naryo kepada Adi, 57, tetangganya. Petugas juga mendapatkan informasi bahwa Adi terus memberikan motivasi kepada petani itu agar tidak menyerah dalam kehidupan.

Bowo mengatakan, kali terakhir Adi dan Naryo berkomunikasi pada Kamis (23/6) malam. Adi sempat mengingatkan, jika penyakitnya bisa sembuh. Naryo tidak boleh menyerah dengan keadaannya. Namun paginya, Adi yang biasanya melihat Naryo duduk di teras, tiba-tiba tidak ada.

Curiga, Adi mengecek tetangganya di dalam rumah. Alangkah kagetnya ia melihat tubuh Naryo menggantung di atap kamar. Panik, ia langsung melapor ke perangkat desa dan Polsek Pare. “Hari ini (kemarin) langsung dimakamkan Mas,” pungkas perwira polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu.

Bowo mengatakan bahwa saat pulang sekitar satu bulan, Naryo dibantu terus oleh tetangganya. Seperti diberi makan hingga diganti perban sakitnya. Sedangkan anak-anaknya di luar kota. Ada yang kerja di Batam, Surabaya, dan Malang. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #gantung diri #info kediri #polsek pare #kecamatan pare