Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa nahas itu terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Kejadiannya sekitar pukul 16.00. Sebelum longsor, wilayah di desa itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Basuki, 46, warga Desa Jugo, membenarkan bila di desanya terjadi hujan lebat lebih dari satu jam. Karena tingginya intensitas, tanah bertebing di desanya longsor menimpa bangunan. Dari dua rumah warga yang terdampak tanah lonsgor itu, satu bangunan mengalami kerusakan yang parah.
“Satu hanya kena teras, sedangkan satu lagi bangunannya ambruk,” ujarnya. Basuki menyebutkan, warga di desanya mulai berbondong-bondong ke rumah warga terdampak untuk membantu. Mereka membersihkan puing reruntuhan tanah. Kemungkinan, kerja bakti akan dilanjutkan hari ini (24/6).
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Randy Agatha Sakaira mengatakan, timnya baru mendapat laporan sekitar pukul 16.30 dan langsung meluncur ke lokasi. “Benar ada kejadian tanah longsor, tim ke lokasi untuk asesmen,” katanya ketika dikonfirmasi petang kemarin.
Lelaki yang kerap disapa Randy itu hanya mendapat laporan satu rumah milik Selamet yang kondisinya rusak parah. Namun, dia menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Terkait berapa kerugian serta apa saja kebutuhan korban, BPBD masih dilakukan pendataan.
Atas kejadian tersebut, Randy meminta, warga yang tinggal di bawah tebing harus lebih waspada. Terutama saat terjadi hujan lebat dalam jangka waktu lebih dari satu jam.
Adapun peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, wilayah Kabupaten Kediri ikut terdampak meluasnya hujan di daerah lain. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto, ada 13 kecamatan yang terdampak meluasnya hujan. Editor : Anwar Bahar Basalamah