Akibatnya, badan truk PMK menghantam pagar dan tiang bangunan SDN 1 Pagu hingga rusak. “Kendaraan yang terlibat kecelakaan ini mobil ketiga yang menuju TKP kebakaran,” terang Kanitgakkum Satlantas Polres Kediri Ipda Heru Prasetyo kemarin.
Abdul yang berasal dari Desa Mondo, Kecamatan Mojo luka memar pada dada dan patah tulang lengan kanan. Hal sama dialami Ihyak Ulumudin, 25, warga Desa Purwotengah, Kecamatan Papar. Selain memar di dada, paha kirinya robek. “Keduanya dirawat di RSUD SLG,” kata Heru.
Kejadiannya sekitar pukul 15.00. Sebanyak tiga mobil PMK menuju TKP kebakaran rumah di Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Ngasem. Truk damkar Abdul di barisan belakang melaju dari Pare. Sampai depan SDN 1 Pagu, iring-iringan kendaraan itu hendak menghindari truk pasir dari arah berlawanan.
Nahas, truk PMK AG 8147 GP yang disopiri Abdul gagal dan menghantam pagar sekolah. “Saya tidak tahu waktu tabrakan terjadi, namun dari dalam rumah terdengar suara benturan,” ujar Antok, 34, warga Pagu. Saat diperiksa, di seberang rumahnya terlihat mobil PMK sudah terguling. “Saat itu sopir dan penumpang terjepit dalam mobil,” ungkapnya.
Berselang lima menit kemudian, warga membantu menyelamatkan Abdul dan Ihyak. Karena lukanya, mereka dibawa ke RS Aura Syifa, Pagu. Sekitar pukul 16.35 truk PMK itu baru berhasil diderek.
Editor : Anwar Bahar Basalamah