
KABUPATEN, JP Radar Kediri – Di bawah kepemimpinan Abas Shofwan S.Pd M.Pd.I, pembentukan karakter siswa MTsN 5 Kediri tak hanya menjadi bagian pembelajaran di kelas. Namun juga diwujudkan melalui pembiasaan dan keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya melalui program pengembangan madrasah berbudaya dan berkarakter.
“Hal ini dicerminkan melalui kebiasaan peserta didik yang menghargai tradisi, menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan cinta kesenian tradisional Nusantara,” papar kepala madrasah (kamad) yang dilantik pada Desember 2025 itu.
Apresiasi terhadap tradisi dan seni diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) tari dan lukis. Tim seni tari MTs yang berada di Dusun Balong, Desa/Kecamatan Ringinrejo itu kerap tampil dalam acara resmi, lomba maupun festival. Seperti kala HAB Kemenag dan peringatan Kemerdekaan ke-81 RI beberapa waktu lalu, mereka ditunjuk sebagai penampil khusus.
Baca Juga: Kepala MTsN 5 Kediri Lestarikan Budaya Daerah
Menurut Abas, seni tari merupakan ekskul aktif. Para siswa difasilitasi menyalurkan minat dan bakatnya. Pembinaan rutin setiap pekan. Siswa berlatih tari tradisional daerah Nusantara hingga modern. Kesenian ini selalu menjadi daya tarik. Terutama ketika pentas seni internal Gema Aksi Milad, perayaan hari jadi madrasah. “Pertunjukan ini jadi wadah unjuk kreativitas. Kami fasilitasi pengembangan potensi ini, mulai kostum sampai tata rias,” ungkap guru berprestasi nasional yang pernah bertugas di MTsN 6 Kediri ini.
Tak hanya tari, Abas mengaku, juga mengembangkan batik khas Balong yang merupakan kearifan lokal peninggalan Mbah Rosyad, pendiri pondok pesantren cikal bakal MTsN 5 Kediri. Desainnya bercorak balok kayu dengan ukiran khas. “Batik Balong itu sudah dibuat sarung. Pembatiknya guru di sini. Sudah dipakai untuk seragam reuni tahunan,” terangnya.
Baca Juga: MTsN 2 Kediri Perkokoh Karakter Siswa di Ekskul
Abas menambahkan, batik Balong merupakan kerajinan yang diproduksi handmade. Di madrasah difasilitasi dengan membuat galeri batik tersebut untuk promosi. Pengembangan program kesenian daerah itu tak lepas dari kerja sama guru. Utamanya pembina ekskul tari, Nurul Fatmawati dan pembina seni lukis Muhammad Mustaqim. “Harapannya, aktivitas ini bisa mencegah kecanduan gadget. Dan, anak-anak lebih mencintai seni budaya leluhurnya,” tuturnya.
Kegiatan seni unggulan lainnya adalah ekskul rebana. Seni musik Islami ini kental dengan nuansa religius. Peminatnya pun cukup banyak. Selain menanamkan kecintaan terhadap kesenian, Abas menyatakan, siswa juga diajak memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan. “Hadrah dan banjari sangat diminati di sini. Latihannya rutin, memainkan rebana sembari bersalawat dengan harmoni,” paparnya.
Ekskul rebana aktif tampil di acara madrasah. Ketika peringatan hari besar Islam, wisuda, maupun kegiatan keagamaan. Mereka pun kerap mengikuti perlombaan dan meraih berbagai prestasi.(ndr)
Editor : Shinta Nurma Ababil