Kepala MTsN 5 Kediri Lestarikan Budaya Daerah  

Endro Purwito • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB
KOMITMEN: Abas Shofwan, Kepala MTsN 5 Kediri. (Foto: endro purwito jprk)
KOMITMEN: Abas Shofwan, Kepala MTsN 5 Kediri. (Foto: endro purwito jprk)

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Slogan ‘Beraksi’ di MTsN 5 Kediri bukan sekadar frasa tanpa makna. Bagi kepala madrasahnya, Abas Shofwan S.Pd M.Pd.I, motto atau semboyan itu adalah komitmen. Akronim dari Berbudaya, Ramah Lingkungan, Akhlakul Karimah, dan Semangat Inovasi tersebut menjadi landasan dalam membangun ekosistem pendidikan. “Ini bukan sekadar identitas madrasah. Tetapi menjadi fondasi yang mendukung tumbuhnya karakter unggul peserta didik,” ujar pria yang dilantik sebagai kepala MTsN 5 Kediri sejak Desember 2025 itu.  

Abas mengungkapkan, gagasan ‘Beraksi’ mengemuka awal tahun ini. Tepatnya pada Januari 2026. Kala itu dirinya baru memimpin di madrasah yang beralamat di Jalan Marabunta, Dusun Balong, Desa/Kecamatan Ringinrejo tersebut. “Semula sebagai kepala madrasah (kamad) baru, saya lakukan observasi. Saya amati apa yang bisa diunggulkan di sini,” terangnya.

Dari pengamatan tersebut, kamad yang pernah menjadi juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Nasional dari Kemenag itu mengaku mendapatkan banyak ide. Ia kemudian mengkaji dan memilahnya menjadi beberapa poin. Ada semangat kebersamaan untuk membudayakan kebaikan, menjaga lingkungan, menguatkan akhlak, dan terus berinovasi.

Baca Juga: MTsN 2 Kediri Perkokoh Karakter Siswa di Ekskul 

Yang paling menarik perhatiannya adalah nilai budaya yang masih mempertahankan kelestarian seni tradisional. Hal itu terlihat dari aktivitas ekstrakurikuler (ekskul) seni tari dan seni lukis. “Ada history besar terkait budaya di (madrasah) sini. Tari tradisional, seni lukis batik, hingga seni Islami seperti hadrah dan banjari selalu banyak peminatnya,” ungkap bapak dua anak itu.

Dalam kegiatan seni tari, Abas mengatakan, para siswa belajar berbagai jenis tarian. Mereka menari tradisional khas Nusantara, seperti gambyong, remo, saman dan lainnya. Selain itu, juga dilatih dengan tari kreasi modern.  Tak hanya belajar gerakannya, siswa juga memahami makna dan filosofi di balik setiap tarian yang dibawakan.

“Ekskul ini memang bertujuan melestarikan budaya daerah sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan seni siswa,” paparnya.

Baca Juga: Siswa MTsN 2 Kediri Ditempa Ilmu Jurnalistik, Serap Bekal Reportase, Praktik Rekam Video, Wawancara

Melihat potensi ini Abas memberikan dukungan penuh. Ia menyediakan fasilitas agar talenta para pelajar tersebut benar-benar terwadahi. Apalagi para aktivis ekskul tari itu sering tampil dalam berbagai acara. Tak hanya di madrasah tetapi juga dalam perlombaan, pergelaran dan festival seni tingkat daerah maupun nasional. Sehingga mereka lebih percaya diri dan mendapat pengalaman berharga.

“Di sini siswa tak hanya mengembangkan bakatnya. Namun juga memperoleh keterampilan, belajar tentang disiplin, kerja sama tim, sekaligus mencintai budaya daerahnya,” tutur Abas.(ndr)

Editor : Shinta Nurma Ababil
kepala mtsn 5 kediri abas shofwan MTSN 5 KEDIRI