Hadapi Era AI, Lulusan Perdana ITAMA Lirboyo Kediri Diingatkan Tetap Pegang Teguh Akhlak

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB
Institut Teknologi Al-Mahrusiyah (ITAMA) Lirboyo, Kota Kediri menggelar wisuda perdana.
Institut Teknologi Al-Mahrusiyah (ITAMA) Lirboyo, Kota Kediri menggelar wisuda perdana.
 

KOTA, JP Radar Kediri – Rektor Institut Teknologi Al-Mahrusiyah (ITAMA) Lirboyo, Kota Kediri, Melvien Zainul Asyiqien, M.Pd., atau Gus Melvin, meminta para lulusan wisuda perdana ITAMA tidak sekadar bangga dengan gelar sarjana yang diperoleh. Mereka diharapkan terus mengembangkan kapasitas diri, menghasilkan karya, dan mengamalkan ilmu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gus Melvin dalam wisuda perdana ITAMA yang menjadi catatan sejarah bagi perguruan tinggi berbasis pesantren tersebut. Dia mengapresiasi mahasiswa angkatan pertama yang berani memilih ITAMA sejak awal berdiri pada 2021. Menurutnya, keputusan tersebut membutuhkan keyakinan sekaligus keberanian untuk menjadi bagian dari perjalanan awal kampus.

Baca Juga: Gus Qowim Dampingi Wagub Jatim Emil Resmikan Aula KH Imam Yahya Mahrus di Ponpes HM Al Mahrusiyah III Kota Kediri

“Kalian semua berani mengambil risiko yang luar biasa, kalian semua berani dengan keyakinan yang luar biasa memantapkan diri untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi angkatan pertama Institut Teknologi Al-Mahrusiyah. Ini harus mendapatkan apresiasi yang luar biasa,” ungkapnya.

Gus Melvin menegaskan, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Para lulusan harus terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mengembangkan ilmu melalui pendidikan formal maupun pengalaman di tengah masyarakat.

Dia mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. Sebaliknya, pengetahuan dan keterampilan tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.

“Jangan ilmu kalian hanya sebagai hiasan, jangan ilmu kalian hanya kalian bangga-banggakan, tapi tidak kalian manfaatkan. Masyarakat sekitar kalian harus bisa memanfaatkan dan menikmati ilmu yang telah kalian dapat,” pesannya.

Menurut Gus Melvin, lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat melalui ilmu yang dikuasai. Karena itu, para wisudawan diharapkan tidak berhenti berproses setelah meraih gelar sarjana, tetapi terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai akhlak. Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di lingkungan pesantren, ITAMA diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Baca Juga: 10 Ribu Santri Lirboyo Jadi Pembatik Dadakan, Antusias Mencanting hingga 2 Jam Demi Rekor MURI!

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimmudin Thoha menekankan peran pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memutus rantai kemiskinan. Dia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri mencapai 82,71.

“Anak-anak tidak hanya sampai di SMA saja, tetapi sampai ke perguruan tinggi sehingga Pemerintah Kota Kediri hari ini menyediakan banyak beasiswa untuk S1, S2 maupun S3,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem. Selain menyediakan beasiswa, pemerintah juga memberikan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat serta dukungan modal untuk membuka peluang ekonomi.

Dia berharap, kehadiran ITAMA dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Terlebih, Kota Kediri memiliki potensi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, hingga produk unggulan daerah yang membutuhkan inovasi serta pemanfaatan teknologi.

“Dunia akan terus berubah, teknologi semakin berkembang, termasuk hadirnya kecerdasan buatan yang mengubah cara kita bergaul dan mengubah cara kita bekerja,” katanya.

Karena itu, para wisudawan diminta tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga integritas, kepedulian sosial, dan akhlak.

Baca Juga: Lirboyo Gelar Festival Santri Nusantara 2026, Hadirkan Bazar hingga Bersholawat

“Semaju apa pun teknologi, jangan sampai kita kemudian kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai adab, nilai-nilai akhlaqul karimah yang selama ini justru menjadi bagian terpenting pendidikan yang ada di Pondok Al-Mahrusiyah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur Muhammad Yasin yang mewakili Gubernur Jawa Timur menyoroti pentingnya lulusan perguruan tinggi berbasis teknologi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Salah satu tantangan yang disorot adalah hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Jawa Timur.

Yasin memaparkan, sektor industri berkontribusi sekitar 31 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur, sedangkan perdagangan menyumbang 18 persen dan pertanian 11 persen. Padahal, sektor pertanian melibatkan sekitar 40 persen penduduk, sementara sektor industri dinikmati sekitar 15 persen penduduk.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mengembangkan pengolahan hasil pertanian menjadi produk industri bernilai tambah. Upaya itu membutuhkan dukungan SDM yang menguasai sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“PR besar kita ke depan adalah bagaimana bisa melakukan hilirisasi sektor pertanian. Sektor pertanian harus masuk di sektor perdagangannya, di sektor industrinya. Untuk bisa masuk di sektor industri yang dibutuhkan adalah para alumni-alumni STEM yang salah satunya hari ini adalah diwisuda saudara-saudara sekalian,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan konsep pembangunan Jawa Timur melalui program Gerbang Baru Nusantara. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai rantai pasok industri dan komoditas bagi berbagai wilayah, termasuk Indonesia bagian timur.

Yasin mencontohkan pengolahan konsentrat tembaga di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, menjadi produk bernilai tambah yang dibutuhkan industri global.

“Nilai tambahnya tidak dinikmati oleh luar Jawa, tetapi dinikmati oleh Jawa Timur,” katanya.

Selain hilirisasi, penguatan konektivitas darat, laut, dan udara juga menjadi perhatian. Menurut Yasin, pembangunan infrastruktur diperlukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur sekaligus memperlancar distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja.

Dia berharap para lulusan ITAMA mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah dengan memadukan kompetensi akademik dan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Mengulik Tradisi Ro’an, Kerja Bakti ala Pesantren yang Menanamkan Karakter dan Keikhlasan Santri

“Jadikan Jawa Timur ini sebagai laboratorium pengabdian dan perjuangan,” pesannya.

Pesan untuk terus melanjutkan pendidikan juga disampaikan, pengasuh Pondok Pesantren Al- Mahrusiyah, Kiai Haji Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. Dia mengajak para lulusan untuk tidak cepat berpuas diri setelah meraih gelar sarjana dan terus menuntut ilmu hingga jenjang yang lebih tinggi.

“Kami mewakili pengurus yayasan selalu mendoakan dan juga men-support segenap wisudawan-wisudawati agar jangan berhenti di titik ini, agar selalu semangat dalam berpetualang ilmu, jangan hanya puas pada strata satu, lanjutkan sampai S2, lanjutkan sampai S3,” tuturnya.

Gus Reza juga menekankan pentingnya pengamalan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Dia mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga identitas sebagai santri di mana pun berada. Nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi perubahan zaman.

Melalui wisuda perdana ini, ITAMA diharapkan terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai pesantren. Para lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Editor : Andhika Attar Anindita
Al-mahrusiyah ITAMA Kediri pendidikan 2026 teknologi ponpes lirboyo kediri