KOTA, JP Radar Kediri-Para guru PPPK penuh waktu memperjuangkan nasib mereka untuk bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Rabu (30/9) lalu, Forum Guru PPPK Kota Kediri mengadu ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Salah satu agendanya, meminta agar alih status pegawai juga mengakomodasi usia 35 tahun ke atas.
Ketua Forum PPPK Kota Kediri M. Badrul Munir mengatakan, ada sekitar 700 guru berstatus PPPK di Kota Kediri.
Secara nasional, guru PPPK dengan usia di atas 35 tahun mencapai 67 persen atau mayoritas. Namun, mereka terancam tidak bisa menjadi PNS imbas aturan maksimal usia 35 tahun yang digagas Pusat.
Baca Juga: Guru Paruh Waktu akan Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Pemkot Tunggu Surat Resmi dari Mendikdasmen
“Teman-teman guru banyak yang statusnya juga masih paruh waktu dan gajinya tidak sama. Sehingga menimbulkan kecemburuan sosial karena penggajiannya berdasarkan kekuatan pembayaran di sekolah-sekolah masing-masing. Sedangkan bebannya sama,” ujarnya.
Selanjutnya, kesempatan guru PPPK untuk jadi PNS juga terganjal regulasi yang membatasi kesempatan berdasarkan usia. Padahal, banyak guru berstatus PPPK yang sudah berusia di atas 35 tahun.
Kondisi tersebut, ungkap pria yang akrab disapa Arul itu, mendorong para guru untuk mengadu ke Kemendikdasmen Rabu lalu.
Di depan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Prof. Nunuk Suryani, para guru Kota Kediri yang bergabung dengan forum guru PPPK se-Jatim dan Jateng itu minta agar diberlakukan afirmasi bagi guru. Yaitu dengan mempertimbangkan masa kerja dan usia.
Baca Juga: Peluang Emas! Guru PPPK Bisa Jadi PNS Mulai 2027, Begini Ketentuannya
“Kami ingin PPPK yang umur di atas 35 tahun tetap bisa ikut CPNS. walaupun itu nanti tanpa tes, jadi diberi kesempatan. Dan ada afirmasi untuk masa kerja dan usia,” tandas pria yang juga Wakil Ketua 1 Forum PPPK PGRI Jawa Timur tersebut.
Dalam audiensi itu, menurut Arul Kemendikdasmen memastikan bahwa seluruh guru PPPK paruh waktu akan jadi penuh waktu tahun depan.
Pengangkatan juga akan langsung dilakukan oleh Pemerintah Pusat.
“Untuk tenaga teknis atau tendik di sekolahan itu nanti setelah pengangkatan guru, baru akan diagendakan. Tapi kemarin kami mintanya tendik juga diikutkan (diangkat, Red) ke Pusat sekalian agar tidak ada kecemburuan sosial,” harapnya.
Seperti halnya guru paruh waktu, menurut Arul banyak tendik berstatus PPPK paruh waktu yang sudah mengabdi dalam waktu lama.
Karenanya, atas dasar keadilan, mereka berharap pemerintah juga memperhatikan nasib para tendik tersebut.
Baca Juga: Siapa Saja yang Boleh Daftar CPNS 2027, Formasi Guru Bisa Ikut Tanpa Syarat Wajib PPG
Untuk diketahui, pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti soal pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu tanpa tes membawa harapan baru bagi para guru.
Tak terkecuali di Kota Kediri. Saat ini, ada sekitar 250 orang guru paruh waktu di Kota Kediri.
“Alhamdulillah kami gembira dengan adanya informasi tersebut. Akan tetapi kami juga masih belum tahu arahnya seperti apa nantinya peralihan tersebut,” sambung Ketua Forum PPPK Paruh Waktu Guru dan Teknis Kota Kediri Aris Sulistyono.
Sumber : Radar Kediri