100 Lebih Sekolah di Kabupaten Kediri Diperbaiki Kementerian Pendidikan, Begini Kendalanya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 12:09 WIB
Kepala Dinas Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melakukan monev pelaksanaan revitalisasi sekolah di SDN Gayam Gurah. (Foto Asad MS)
Kepala Dinas Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melakukan monev pelaksanaan revitalisasi sekolah di SDN Gayam Gurah. (Foto Asad MS)

JP Radar Kediri–Perbaikan sejumlah sekolah rusak di Kabupaten Kediri yang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mulai berjalan.

Sayangnya, perbaikan sekitar 100 sekolah yang tidak layak itu tersendat karena material yang harus antre. Salah satunya genteng dari Trenggalek yang stoknya kosong.

Untuk diketahui, Senin (21/9) siang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah sekolah yang dalam proses perbaikan.

Menurut Muhsin, sebelumnya pemkab mengajukan rehab sekitar 300 sekolah. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 100 unit yang disetujui.

“Kalau yang sudah eksekusi (proses perbaikan) memang belum sebanyak itu (100 sekolah). Untuk SD baru selesai bimtek minggu kemarin. Ini masih menunggu proses penandatanganan PKS (perjanjian kerja sama),” ungkap Muhsin ditemui saat mengecek proyek di SDN Gayam, Gurah (21/9).

Hingga Senin, menurut Muhsin proyek perbaikan sekolah baru berjalan di bawah 50 unit. 

Sisanya masih dalam tahap bimbingan teknis dan proses administrasi sebelum pekerjaan dimulai.

Terkait permulaan proyek yang tidak seragam, menurut Muhsin hal itu karena tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan juga tidak sama.

Sehingga, proses administrasi dan kelengkapan antara satu sekolah dengan lainnya juga tidak sama.

Muhsin mencontohkan, ada sekolah yang mendapat bantuan perbaikan untuk tiga, lima, hingga tujuh ruang.

Baca Juga: Gelontor Rp 250 Juta Rehab Pasar Bawang, Targetkan Rampung pada Akhir Tahun

Bahkan, ada sekolah yang mendapat tambahan ruang kelas baru jika kelas yang dimiliki dinilai belum mencukupi kebutuhan pembelajaran.

Ditanya tentang anggaran rehab sekolah yang didapat Kabupaten Kediri, Muhsin juga menyebut nilai yang bervariasi.

Yakni, mulai Rp 400 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Tergantung jenis pekerjaan dan tingkat kerusakan bangunan.

Muhsin menegaskan, perbaikan sekolah rusak di Kabupaten Kediri dilakukan sepenuhnya oleh Pusat.

Adapun Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri hanya bertugas melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerj aan di masing-masing satuan pendidikan,” bebernya.

Sementara itu, saat mengecek proses perbaikan SDN Gayam kemarin, Muhsin mendapati fakta progres proyek sempat terhambat karena material genteng yang datang terlambat.

“Ini (keterlambatan material) juga yang jadi keluhan sekolah-sekolah. Karena programnya nasional, akhirnya mungkin dari penyedia material ini juga antre-antre.” Jelas Muhsin.

Bendahara Program Revitalisasi SDN Gayam Ria Diana Wati mengatakan, keterlambatan material berlangsung selama beberapa hari.

Baca Juga: Proses Rehab Papan Panjat Tebing di GOR Jayabaya Kota Kediri Tunggu PAK

Material genteng menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting karena proses pengerjaan bangunan sedang berjalan.

“Gentengnya itu kan banyak yang menginginkan sama. Semuanya menginginkan dari Trenggalek. Terus kemarin ada penundaan di beberapa hari,” ujarnya terkait kendala yang dihadapi.

Merespons hal itu, sekolah lantas kembali memesan genteng dan harus menunggu antrean.

Mereka tidak bisa mempercepat pengiriman karena genteng masih dalam proses produksi.

“Ini aja kami juga sudah pesan lagi. Antre lagi. Paling kendalanya hanya itu. Dari material yang kedatangannya agak lambat,” tutur guru kelas 1 itu.

Meski sempat terkendala, Ria bersyukur karena material genteng sudah datang.

Karenanya, proyek perbaikan kelas rusak bisa berjalan kembali. Mereka menargetkan proyek bisa selesai sebelum akhir tahun. “Sesuai time line kalau bisa sebelum Natal sudah selesai,” harapnya. 

 

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Radar Kediri
rehab sekolah revitalisasi apbn perbaikan sekolah