KOTA, JP Radar Kediri-Setelah siswa SD dan SMP Kota Kediri, kemarin giliran ribuan pelajar SMA/MA/SMK yang berebut tiket menuju grand final Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) 2026.
Peserta dari lembaga di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri itu mengerjakan soal-soal di babak penyisihan secara totalitas. Keikutsertaan di kompetisi akademik pelajar terbesar di Kediri ini turut memantapkan persiapan mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar akhir Oktober mendatang.
Total ada lebih dari 2 ribu peserta di 36 lembaga yang mengikuti babak penyisihan di sekolah masing-masing. Mereka mengerjakan soal dari lima mata pelajaran. Yakni, matematika, bahasa Indonesia, bahasa inggris, serta dua mata pelajaran pilihan.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMP dan MTs Kota Kediri Eksplorasi Soal-Soal KKA, Tampil Maksimal di Babak Penyisihan
Beberapa peserta pun terpantau sudah selesai mengerjakan lima mata pelajaran yang diujikan itu lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
Salah satunya Mentari Septyana Ramadhani, 18. Siswa dari SMAN 5 Taruna Brawijaya itu selesai mengerjakan soal-soal di babak penyisihan pada pukul 09.45.
Menurutnya, mengikuti kompetisi ini jadi salah satu usahanya mengukur sejauh mana dia memahami materi-materi yang diujikan di TKA. Sebab, meski sudah banyak belajar dan berlatih mengerjakan soal, diakuinya dia masih perlu mendalami sejumlah materi.
“Tadi (3/9) pelaksanaannya lumayan lancar. Tetapi sedikit struggle di matematika karena mungkin saya terlalu lama berpikir di satu soal, sehingga waktunya kurang dan ada satu soal yang belum saya kerjakan,” kata pelajar kelas 12 itu.
Menurutnya, bahasa Indonesia jadi mata pelajaran yang paling mudah. Di sisi lain, dia mengaku masih harus lebih banyak belajar di mata pelajaran kimia sebagai mapel pilihannya.
Baca Juga: Puluhan Siswa MTsN 3 Kota Kediri Antusias Berebut Tiket Grand Final KKA Jawa Pos Radar Kediri
“Yang paling susah itu kimia. Karena harus tahu rumusnya dan harus tahu asam basanya,” sambung Mentari.
Remaja asal Kabupaten Tulungagung itu pun bertekad untuk lebih banyak latihan soal jelang TKA akhir Oktober nanti. Termasuk memperdalam materi agar semakin siap menghadapi tes yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut.
“Seperti rumus-rumus kimia dan struktur sel di biologi. Harus lebih banyak baca materi dan lebih banyak latihan soal. Jadi 30 persen baca materi, 70 persen try out,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Saffana Azeezaa, 17. Dari babak penyisihan itu, dia menyadari masih ada beberapa materi yang sulit dia kerjakan.
“Yang masih susah itu matematika dan kimia. Jadi masih harus belajar lagi biar bisa lebih memahami soalnya,” tandas Saffana.
Memaksimalkan persiapan siswa menghadapi TKA lewat kompetisi seperti KKA ini juga diapresiasi para guru. Puput Agustina, guru SMAN 5 Taruna Brawijaya menyebut, total ada sekitar 260 siswa di lembaganya yang mengikuti babak penyisihan.
Baca Juga: Upgrade Sistem CBT, KKA 2026 Lebih Kompetitif! Panitia Beber Teknis Jelang Babak Penyisihan
“Bagus, sih. Lebih banyak lagi mungkin untuk simulasi-simulasi seperti ini biar anak-anak lebih siap menghadapi TKA waktu hari-H nanti,” ujarnya.
Karena TKA SMA akan digelar Oktober mendatang, sekolah juga sudah melaksanakan berbagai simulasi dan pendalaman materi secara mandiri. Tujuannya untuk lebih mempersiapkan siswa menghadapi TKA mendatang.
“Dan setiap paginya pasti ada TKA dulu sebelum masuk ke palajaran lainnya. Jadi jam ke satu dan dua itu khusus untuk pendalaman materi TKA,” bebernya.
Untuk diketahui, babak penyisihan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK digelar bertahap mulai 1 September hingga 17 September mendatang. Pelaksanaannya dibagi setiap jenjang dan region yang tersebar di tujuh wilayah se-Eks Karesidenan Kediri.
Mulai dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, hingga Kabupaten Trenggalek.
Babak penyisihan selanjutnya digelar Selasa (8/9) nanti untuk jenjang SD bagi peserta di region Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar. Dari babak penyisihan, peserta diseleksi untuk bisa masuk ke grand final. Pelaksanaannya dijadwalkan pada 1 Oktober mendatang secara offline di Kediri. (ais/ut)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri