AI Makin Dekat dengan Dunia Kerja, Mahasiswa Perlu Tetap Kritis Menggunakan Teknologi

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 20:36 WIB
Ilustrasi teknologi artificial intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Foto: freepik
Ilustrasi teknologi artificial intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Foto: freepik

JP Radar Kediri - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan akan membawa perubahan besar pada berbagai bidang pekerjaan. Teknologi ini mulai digunakan dalam banyak sektor, mulai dari kesehatan, hukum, teknik, hingga bisnis, sehingga cara manusia bekerja pun berpotensi ikut berubah.

Di tengah pesatnya perkembangan tersebut, mahasiswa perlu memahami bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan. Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam sesi “AI Will Change Everything. Will It Change You?” pada rangkaian hari ketiga UPH Festival 2026 yang berlangsung pada 15 Agustus 2026.

Baca Juga: Anjlok hingga 80 Persen, Hadiah Juara OSN 2026 Turun dari Rp15 Juta Jadi Cuma Rp3 Juta

Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Niel Nielson, mengingatkan mahasiswa agar menggunakan AI secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki kemampuan tinggi dalam mengolah data, melakukan perhitungan, hingga menghasilkan prediksi dalam waktu cepat.

Meski memiliki kemampuan tersebut, AI tetap berbeda dengan manusia. Teknologi tidak memiliki pertimbangan moral, empati, maupun kemampuan membangun hubungan antar manusia. Karena itu, penggunaan AI tetap membutuhkan penilaian dan tanggung jawab dari penggunanya.

Baca Juga: 686 Siswa Ikuti Final OSN Pendidikan Dasar 2026, Wakili 38 Provinsi hingga SILN

Mahasiswa pun diharapkan tidak hanya mengejar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mempertahankan keterampilan yang berkaitan dengan sisi kemanusiaan. Kemampuan berpikir kritis, membangun relasi, mempertimbangkan nilai, serta menentukan keputusan tetap menjadi bagian penting ketika AI semakin banyak digunakan dalam kehidupan dan pekerjaan.

Selain sesi mengenai AI, UPH Festival 2026 juga menghadirkan Founder’s 5K Run yang diikuti mahasiswa baru, dosen, staf, serta pimpinan universitas. Kegiatan tersebut membawa pesan tentang pentingnya menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai dan menjalani setiap proses dengan tekun.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMP dan MTs Kota Kediri Eksplorasi Soal-Soal KKA, Tampil Maksimal di Babak Penyisihan

Berakhirnya festival sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Mereka selanjutnya akan menjalani berbagai pengalaman, mulai dari pembelajaran akademik, organisasi, komunitas, kompetisi, hingga pengembangan kemampuan kepemimpinan

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Jawa Pos
mahasiswa pendidikan Artifical Intelligence ai teknologi