JP Radar Kediri – Besaran hadiah bagi para juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang SD dan SMP sederajat menjadi sorotan tajam di media sosial, setelah nominal yang diumumkan dinilai anjlok drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengumumkan hasil OSN jenjang tersebut pada Minggu (30/8/2026) lewat kanal YouTube resminya.
Berdasarkan pengumuman itu, peraih medali emas kini hanya mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3 juta, disusul Rp2 juta bagi peraih medali perak, dan Rp1 juta untuk peraih medali perunggu. Nominal ini jauh menurun dibandingkan penyelenggaraan OSN 2025, di mana peraih medali emas mendapatkan apresiasi hingga Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta artinya, hadiah tahun ini hanya tersisa sekitar 20 persen dari nilai sebelumnya, atau turun hingga 80 persen.
Baca Juga: 686 Siswa Ikuti Final OSN Pendidikan Dasar 2026, Wakili 38 Provinsi hingga SILN
Kolom Komentar YouTube Puspresnas Dibanjiri Kritik
Pengumuman tersebut langsung diserbu kritik tajam dari orang tua dan masyarakat di kolom komentar YouTube resmi Puspresnas. Publik menilai nominal hadiah tersebut sangat minim dan tidak sebanding dengan modal bimbingan belajar, energi, serta perjuangan siswa selama masa persiapan menuju ajang bergengsi tersebut. "Ga ada otaknya yang ngasih uang 3 juta buat anak berprestasi, padahal udah lelah susah belajar, les sana sini, nguras energi dan mental. Buat les mereka aja ga tertutupi," tulis salah satu warganet.
Ramai Dibandingkan di Media Sosial: "Hadiah OSN Kena Inflasi"
Perbandingan nominal hadiah turut ramai dibagikan di platform Threads. Salah satu akun menuliskan perbandingan yang kemudian viral: "[Hadiah OSN kena inflasi] Emas 15 jt → 3 jt, Perak 10 jt → 2 jt, Perunggu 5 jt → 1 jt. Katanya OSN sekarang full online biar biaya lebih hemat, sehingga hadiah bisa tetap maksimal. Ternyata hadiah malah tinggal 20%."
Sejumlah warganet turut menyoroti besarnya biaya persiapan yang mereka keluarkan dibandingkan hadiah yang diterima. "Les persiapan OSN-nya menghabiskan puluhan juta, hadiahnya cuma 1 juta," tulis salah satu akun. Di platform yang sama, sindiran soal alokasi anggaran negara turut bermunculan. "Karena efisiensi? Tapi buat Kopdes, MBG, sawit ada," sindir salah satu pengguna.
Baca Juga: Ribuan Siswa Kediri Raya Ikuti OSN-K Tingkat Daerah, Belasan Peserta Gugur karena Masalah Ini
Pengamat Pendidikan: Bukti Pemerintah Tak Berpihak pada Dunia Pendidikan
Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Semarang (UNS), Edi Subkhan, menilai minimnya nominal hadiah ini sebagai cerminan kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) yang selama ini digadang-gadang sebagai prioritas. "Menurut saya, ini bukti nyata bahwa pemerintah memang tidak berpihak pada dunia pendidikan, bukan saja bidang STEM," kata Edi kepada Kompas.com, Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan bahwa ironi ini semakin terasa mengingat STEM merupakan salah satu bidang yang selama ini dianggap penting oleh pemerintah sendiri. "Artinya, untuk bidang yang oleh pemerintah sendiri dianggap penting, ternyata perhatiannya tidak ada," ujarnya.
ONMIPA dan LKS Nasional Juga Disebut Alami Nasib Serupa
Sorotan publik tidak berhenti pada OSN jenjang SD-SMP saja. Sejumlah warganet turut membandingkan nasib serupa yang dialami ajang kompetisi nasional lain, seperti Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA), yang disebut mengalami tren penurunan hadiah dari Rp35 juta pada 2024 menjadi Rp5 juta pada 2025, dan kini tersisa Rp3 juta pada 2026. Kompetisi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional juga disebut mengalami nasib serupa, dengan hadiah juara pertama yang dilaporkan turun dari Rp25 juta tahun lalu menjadi hanya Rp5 juta pada tahun ini.
Alasan Efisiensi dan Pelaksanaan Online Jadi Sorotan
Penurunan drastis nominal hadiah ini disebut-sebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran, seiring pelaksanaan OSN 2026 yang digelar sepenuhnya secara daring (online). Meski begitu, kebijakan penghematan biaya penyelenggaraan ini justru dipertanyakan publik, mengingat semestinya efisiensi dari sisi teknis pelaksanaan tidak serta-merta harus berdampak pada pemangkasan besar-besaran terhadap nilai penghargaan bagi siswa berprestasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puspresnas belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan resmi terkait keluhan publik atas nominal hadiah OSN 2026 tersebut. Kompas.com dilaporkan telah mencoba menghubungi pihak Puspresnas untuk meminta klarifikasi, namun belum mendapatkan respons hingga artikel ini diterbitkan.
Baca Juga: Ribuan Pelajar Kediri Raya Ikut OSN, Ini Sembilan Mapel yang Dilombakan
Editor : Shinta Nurma Ababil