JP Radar Kediri-Setelah ribuan siswa SD di Kota Kediri mengikuti babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) pada Senin (1/9) lalu, kemarin giliran ratusan siswa jenjang SMP/MTs Kota Kediri adu skill mengerjakan soal-soal akademik di babak penyisihan.
Mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bisa masuk ke babak grand final.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ratusan siswa dari berbagai sekolah dan madrasah di Kota Kediri itu mulai mengerjakan soal di lembaga masing-masing sekitar pukul 08.00. Mereka mengerjakan masing-masing 20 soal untuk dua mata pelajaran.
Yakni, matematika dan bahasa Indonesia. Keikutsertaan mereka di ajang kompetisi akademik terbesar di Kediri ini jadi peluang mereka memperdalam materi jelang TKA.
Baca Juga: Ribuan Siswa SD Kota Kediri Berebut Tiket Grand Final Kompetisi Kompetensi Akademik 2026
Seperti yang disampaikan Aiesha Maharani, peserta KKA dari MTsN 1 Kota Kediri. Dia bersyukur, tidak ada kendala teknis dalam pengerjaan babak penyisihan itu. Hanya saja, diakuinya beberapa soal cukup menantang, terutama matematika.
“Kalau untuk soalnya, aku tadi memang sempat mengalami sedikit kesulitan, terutama di beberapa soal matematika,” aku pelajar kelas 9 itu.
Misalnya, ada beberapa materi yang sudah pernah diajarkan di kelas 7 dan 8 muncul di beberapa soal. Karena lama tidak mengulas materi itu, dia sempat lupa. Sehingga cukup kesulitan saat mengerjakan.
“Tapi menurutku justru adanya soal-soal ini bisa memotivasi aku untuk terus belajar dan mengingat kembali materi-materi yang sudah pernah dipelajari sih,” tandasnya.
Baca Juga: Banyak Siswa Belum Kuasai Model Soal TKA, Kompetisi Kompetensi Akademik 2026 Hadir Menjadi Solusi
Mengikuti babak penyisihan itu juga menurutnya jadi peluang dia menguji seberapa jauh dia paham dengan materi-materi yang diajarkan di madrasah. Dari situ, diakuinya masih perlu banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum menghadapi TKA nanti.
Dengan mengikuti babak penyisihan kemarin, menurutnya bisa jadi pengalaman berharga baginya untuk semakin mengeksplorasi soal-soal TKA.
“Aku masih perlu memperlajari lebih banyak materi, memperdalam materi, dan lebih sering latihan soal,” sambungnya.
Pelaksanaan KKA 2026 juga diapresiasi pihak sekolah dan madrasah. Salah satunya dari Kepala MTsN 1 Kota Kediri Anwar Fauzi. Karena hasil TKA mulai tahun ini sudah menjadi salah satu parameter seleksi di jenjang pendidikan berikutnya, kolaborasi seperti ini memang dibutuhkan.
Utamanya dalam mendampingi siswa mencapai tujuannya.
Baca Juga: Puluhan Siswa MTsN 3 Kota Kediri Antusias Berebut Tiket Grand Final KKA Jawa Pos Radar Kediri
“Dari informasi yang kami dapat, Kemendikdasmen mulai 2027 kabarnya menetapkan TKA menjadi syarat anak masuk di jenjang yang lebih tinggi. Tapi terlepas dari itu, entah dipakai atau tidak dipakai nilai TKA ini, pada dasarnya kami tetap ingin memberikan pengalaman yang lebih kepada anak, wawasan yang lebih kepada anak,” ujar Anwar.
Karena itu, dia berharap anak-anak bisa menangkap value dan manfaat dari pelaksanaan kompetisi akademik ini. Sehingga tidak sekadar mendapat nilai yang baik dari tes yang dilaksanakan.
Melainkan bisa semakin terbuka wawasannya terhadap bidang-bidang akademik tersebut.
“Kami tidak ingin apa yang diperoleh siswa sekadar parsial hanya untuk kebutuhan TKA saja. Tetapi KKA yang dilaksanakan ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk memberikan wawasan yang lebih luas, pengetahuan yang lebih luas, semangat literasi numerasi yang lebih luas,” tandasnya.
Baca Juga: Upgrade Sistem CBT, KKA 2026 Lebih Kompetitif! Panitia Beber Teknis Jelang Babak Penyisihan
Untuk diketahui, babak penyisihan untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK digelar bertahap. Dimulai 1 September hingga 17 September mendatang. Pelaksanaannya dibagi setiap jenjang dan wilayah region yang tersebar di tujuh wilayah se-Eks Karesidenan Kediri.
Mulai dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, hingga Kabupaten Trenggalek. Seperti hari ini (3/9), babak penyisihan akan dilanjutkan untuk jenjang SMA region Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.
Dari babak penyisihan, peserta diseleksi untuk bisa masuk ke babak grand final. Pelaksanaannya dijadwalkan pada 1 Oktober mendatang secara offline di Kediri. (ais/ut)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri