Fear of Failure dalam Belajar, Takut Salah Bisa Bikin Siswa Enggan Mencoba

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi tekanan dalam kegiatan belajar yang dapat membuat siswa merasa khawatir menghadapi kesalahan maupun hasil yang belum sesuai harapan. (Foto: magnific)
Ilustrasi tekanan dalam kegiatan belajar yang dapat membuat siswa merasa khawatir menghadapi kesalahan maupun hasil yang belum sesuai harapan. (Foto: magnific)

JP Radar Kediri - Kesalahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar. Siswa dapat memberikan jawaban yang keliru, memperoleh hasil yang belum sesuai harapan, atau mengalami kesulitan ketika mencoba sesuatu yang baru.

Namun, kekhawatiran terhadap kegagalan terkadang membuat siswa memilih untuk menghindari tantangan. Rasa takut salah dapat membuat mereka ragu mencoba, meski sebenarnya proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran.

Kondisi tersebut sering dibahas dengan istilah fear of failure atau rasa takut terhadap kegagalan. Dalam kegiatan akademik, ketakutan ini dapat muncul ketika siswa khawatir tidak mampu mencapai target, mendapatkan nilai rendah, atau memperoleh hasil yang berbeda dari harapan.

Baca Juga: Jejak Lulusan Perguruan Tinggi Makin Dipantau, Kemdiktisaintek Perkuat Tracer Study

Rasa takut gagal tidak selalu membuat siswa belajar lebih keras. Pada kondisi tertentu, kekhawatiran terhadap hasil justru dapat membuat siswa enggan mengambil tantangan dan lebih memilih kegiatan yang dirasa aman. Penelitian pada siswa kelas 12 juga mengaitkan fear of failure dengan perubahan motivasi akademik.

Takut melakukan kesalahan juga dapat memengaruhi keterlibatan dalam kegiatan belajar. Siswa mungkin memiliki ide atau jawaban, tetapi ragu untuk menyampaikannya karena khawatir salah atau mendapatkan respons negatif dari lingkungan sekitar.

Hal tersebut membuat suasana belajar memiliki peran penting. Penelitian mengenai psychological safety dalam pembelajaran menunjukkan bahwa rasa aman untuk menyampaikan pendapat dan melakukan kesalahan berkaitan dengan kemauan siswa untuk terlibat dalam kegiatan belajar aktif.

Baca Juga: Menembus Ombak, Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Baca Juga: Beda Siswa, Beda Kebutuhan: Pembelajaran Berdiferensiasi

Fear of failure juga memiliki hubungan yang cukup kompleks dengan kebiasaan menunda tugas. Penelitian pada mahasiswa menemukan bahwa rasa takut gagal dapat berkaitan dengan prokrastinasi melalui kesulitan dalam mengelola emosi yang muncul ketika menghadapi tugas akademik.

Karena itu, siswa yang menunda tugas tidak selalu melakukannya karena tidak ingin belajar. Dalam beberapa kondisi, kekhawatiran bahwa hasil pekerjaan tidak akan cukup baik dapat ikut membuat seseorang semakin sulit memulai atau menyelesaikan tugas.

Kesalahan dalam proses belajar sebenarnya dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Jawaban yang belum tepat dapat membantu siswa melihat kekurangan pemahaman sebelum mencoba strategi atau cara penyelesaian yang berbeda.

Peran guru juga penting dalam membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan untuk mencoba. Umpan balik dapat diarahkan tidak hanya pada benar atau salahnya hasil akhir, tetapi juga pada proses, cara berpikir, dan bagian yang dapat dikembangkan oleh siswa.

Baca Juga: Xiaomi Dikabarkan Mengubah Strategi Peluncuran Xiaomi 18

Memberikan ruang untuk bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahan dapat membantu kegiatan belajar menjadi lebih terbuka. Siswa tidak harus selalu menghasilkan jawaban yang sempurna pada percobaan pertama untuk dapat terus berkembang dalam proses pembelajaran.

Fear of failure menunjukkan bahwa tantangan dalam belajar tidak hanya berkaitan dengan tingkat kesulitan materi. Cara siswa memandang kesalahan dan respons lingkungan terhadap kegagalan juga dapat memengaruhi keberanian mereka untuk mencoba.

Belajar pada akhirnya merupakan proses yang memungkinkan seseorang melakukan percobaan, menemukan kesalahan, dan memperbaikinya. Ketika kesalahan tidak langsung dipandang sebagai akhir dari kemampuan seseorang, siswa memiliki lebih banyak ruang untuk mencoba dan mengembangkan pemahamannya.

Editor : Mahfud
siswa Kegagalan motivasi belajar