JP Radar Kediri-Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) 2026 dipastikan akan lebih kompetitif dibanding sebelumnya. Dalam technical meeting (TM) yang digelar kemarin (19/8), panitia menegaskan jika aplikasi computer-based test (CBT) yang digunakan tahun ini sudah di-upgrade.
Didesain sedemikian rupa agar keamanan dan pengawasannya lebih andal.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga KKA digelar. Menurutnya, animo pelajar mengikuti kompetisi ini juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tahun ini, Jawa Pos Radar Kediri bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Neutron Yogyakarta dan Media Scanter. Memberi ruang bagi sekitar 6.400 pelajar untuk mengasah kemampuan akademiknya.
“Atas masukan dari bapak ibu guru, juga belajar dari tahun-tahun sebelumnya, Insyaallah pada pelaksanaan tahun ini, kami bertekad untuk mengadakan sebaik mungkin, sesempurna mungkin,” ujar Kurniawan Muhammad.
Baca Juga: Wajib Ikut Technical Meeting KKA 2026 pada 19 Agustus, Panitia Akan Beberkan Teknis Babak Penyisihan
Pria yang akrab disapa Kum ini menyebut, KKA sangat bermanfaat bagi siswa. Dengan kebijakan pemerintah memberlakukan Tes Kemampuan Akademik (TKA), anak-anak harus beradaptasi dan berlatih agar siap menghadapinya.
Karenanya, KKA dinilai relevan sebagai sarana anak-anak berlatih menghadapi TKA.
Panitia KKA 2026 Heri Muda Setiawan menambahkan, mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs meliputi matematika dan bahasa Indonesia.
Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK/MA meliputi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan dua mata pelajaran pilihan.
Terdiri dari matematika tingkat lanjut, fisika, kimia, biologi, ekonomi, geografi. Kemudian, sosiologi, sejarah, PPKn, atau produk atau proyek kreatif kewirausahaan (PKK).
“Jenis soalnya berbentuk multiple choice dengan kategori pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks multiple choice multiple answer (MCMA), dan pilihan ganda kompleks kategori,” terangnya, sembari menyebut waktu pengerjaannya selama 120 menit.
Koordinator Marketing Neutron Yogyakarta Cabang Kediri, Tulungagung, dan Pare Mu’aulawi Suarman menyebut, tahun ini ada beberapa perubahan terkait upaya meningkatkan sistem CBT.
Termasuk perubahan jadwal pelaksanaan babak penyisihan menyikapi banyaknya pendaftar di jenjang tertentu.
Beberapa ketentuan teknis itu di antaranya peserta bisa mengakses aplikasi CBT melalui perangkat handphone, laptop, atau personal computer (PC).
Kemudian, harus ada perangkat browser berupa Google Chrome untuk pengguna android atau laptop, serta Safari bagi pengguna Iphone atau Imac.
Yang tak kalah penting, tim IT tahun ini meningkatkan pengawasan sistem CBT dengan menerapkan 1 user hanya untuk 1 perangkat. Selain itu, jika peserta membuka aplikasi atau interface lain saat pengerjaan tes, secara otomatis sistem akan menganggap peserta sudah selesai mengerjakan dan halaman tes pun tertutup.
“Ini sebagai sarana kami mengakomodasi masukan agar tahun ini bisa lebih kompetitif dan menghindari kecurangan,” ujar pria yang akrab disapa Arman itu.
Dalam TM kemarin, beberapa peserta juga melontarkan pertanyaan. Seperti terkait kisi-kisi soal yang banyak ditanyakan, salah satunya oleh Nisa Aska. Melalui kolom komentar YouTube, dia menanyakan kisi-kisi soal yang akan diujikan di babak penyisihan nantinya.
“Kami mengacu pada Perkaban Nomor 45 Tahun 2025 dalam menyusun soal. Sehingga soalnya nanti sesuai ketentuan kerangka dan kisi-kisi tes kemampuan akademik yang ditetapkan Kemendikdasmen,” terang Arman.
Selain itu, Emy Ristyani juga menanyakan soal ketentuan nomor handphone yang digunakan untuk babak penyisihan.
“Jika satu nomor HP digunakan untuk pendaftaran dua anak di berbeda jenjang, apakah tidak masalah?” tanyanya, melalui kolom komentar.
Heri pun menjawab jika hal tersebut tetap tidak bisa. “Tidak bisa. Karena kaitannya dengan pembuatan user ID. Sehingga yang terdeteksi hanya nomor yang dipakai untuk mendaftar pertama. Jadi tolong segera menghubungi panitia,” terang Heri.
Lebih jauh Heri menyebut, setelah TM nanti panitia akan mulai mendistribusikan kartu peserta. Kartu itu akan berisi user ID dan password yang digunakan peserta di babak penyisihan.
Untuk pendaftar kolektif, pembagian akan dilakukan melalui guru pendamping di sekolah masing-masing. Sedangkan pendaftar mandiri akan dikirim melalui nomor yang digunakan untuk mendaftar.
“Rencana mulai kami salurkan pada 21 Agustus. Dan yang kolektif akan dibagikan melalui guru pendampingnya, jadi tolong dibagikan betul ke siswa karena ini kaitannya dengan pelaksanaan babak penyisihan,” pinta Heri. (ais/ut)
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri