Tanya AI Lebih Cepat daripada Buka Buku, Ketika Cara Belajar Mahasiswa Mulai Berubah

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Ilustrasi mahasiswa memanfaatkan AI
Ilustrasi mahasiswa memanfaatkan AI

JP Radar Kediri - Kehadiran AI mulai memengaruhi kebiasaan belajar mahasiswa. Saat kesulitan memahami materi, mahasiswa kini bisa langsung bertanya melalui aplikasi AI dan mendapatkan jawaban dalam waktu singkat.

AI juga dapat digunakan untuk membantu memahami materi, merangkum bacaan, mencari ide, hingga membuat contoh soal. Hal ini membuat mahasiswa memiliki cara lain untuk mencari informasi selain membaca buku, melihat catatan kuliah, atau mencarinya di internet.

Meski lebih cepat dan praktis, jawaban dari AI tetap perlu dicek kembali. Sebab, informasi yang diberikan tidak selalu benar dan mahasiswa tetap perlu memahami materi dengan kemampuan sendiri.

Baca Juga: Sinopsis Insidious 6 Tayang di Bioskop Indonesia Mulai Hari Ini 19 Agustus 2026

Cepat Dapat Jawaban, Tetap Perlu Berpikir

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengingatkan mahasiswa agar tidak langsung percaya pada jawaban yang diberikan AI. Mahasiswa tetap perlu berpikir dan memastikan kembali informasi yang mereka terima.

“Mampu mengevaluasi hasil AI berawal dari kemampuan berpikir yang reflektif. Jika Anda memilikinya, maka Anda tidak akan tergantikan oleh AI,” ucap Wamen Stella di Pekan Ilmiah Santri 2026.

Menurut Stella, jawaban dari AI tidak selalu benar dan bisa saja kurang tepat. Karena itu, mahasiswa perlu membandingkan informasi tersebut dengan sumber lain sebelum menggunakannya untuk belajar atau mengerjakan tugas.

Baca Juga: Jejak Lulusan Perguruan Tinggi Makin Dipantau, Kemdiktisaintek Perkuat Tracer Study

Kemdiktisaintek juga mendorong mahasiswa untuk terus melatih kemampuan berpikir, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan mencari solusi saat menghadapi masalah. Hal ini semakin penting karena informasi kini bisa didapat dengan cepat melalui teknologi.

Penggunaan AI dalam kegiatan belajar juga semakin banyak ditemukan di berbagai negara. Student Generative AI Survey 2026 dari Higher Education Policy Institute (HEPI) mencatat 95 persen mahasiswa yang disurvei di Inggris pernah menggunakan AI untuk setidaknya satu keperluan. Sebanyak 94 persen juga memakainya untuk membantu mengerjakan tugas kuliah.

Baca Juga: Sinopsis Insidious 6 Tayang di Bioskop Indonesia Mulai Hari Ini 19 Agustus 2026

Meski data tersebut berasal dari mahasiswa di Inggris dan tidak langsung menggambarkan kondisi di Indonesia, hasil tersebut menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian dari cara mahasiswa mencari informasi dan membantu proses belajar.

AI Jadi Pendamping dalam Belajar

Penggunaan AI tidak membuat buku, dosen, atau sumber belajar lain menjadi tidak penting. AI memang bisa membantu memberikan penjelasan dengan cepat, tetapi mahasiswa tetap perlu membaca sumber lain dan memahami materi dengan cara sendiri.

Kemdiktisaintek juga mengingatkan agar AI digunakan dengan bijak. Mahasiswa perlu tahu kapan teknologi ini bisa membantu dan kapan mereka harus mencari jawaban sendiri.

Baca Juga: Cek Posisi Desil di Situs Kemensos dan dtsen-form.bps.go.id Pakai NIK KTP

Cara mencari informasi sekarang memang berubah. Jika dulu mahasiswa lebih sering membuka buku, catatan, atau mencari lewat internet, kini AI juga menjadi salah satu pilihan untuk membantu belajar.

Meski jawaban bisa didapat lebih cepat, belajar bukan hanya soal menemukan jawaban. Mahasiswa tetap perlu memahami materi, memeriksa informasi, bertanya, dan berpikir sendiri agar benar-benar mengerti.

Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
belajar Kemendiktisaintek mahasiswa ai teknologi pendidikan