Jejak Lulusan Perguruan Tinggi Makin Dipantau, Kemdiktisaintek Perkuat Tracer Study

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi lulusan perguruan tinggi.
Ilustrasi lulusan perguruan tinggi.

JP Radar Kediri - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat sistem tracer study untuk mengetahui kondisi lulusan perguruan tinggi setelah menyelesaikan kuliah. Sistem ini membantu kampus mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai para alumninya.

Melalui tracer study, kampus dapat mengetahui apakah lulusan sudah bekerja, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan, serta apakah pekerjaan mereka sesuai dengan bidang yang dipelajari selama kuliah.

Baca Juga: BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum di NTT, Direksi BRI Terjun Langsung Pantau Lokasi Bencana

Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi perguruan tinggi untuk menilai dan memperbaiki proses pendidikan. Data lulusan juga bisa membantu pemerintah dan kampus dalam menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.

Tracer Study Pantau Kondisi Lulusan Setelah Kuliah

Tracer study digunakan untuk mengetahui keadaan alumni setelah lulus dari perguruan tinggi, terutama saat mereka mulai mencari dan masuk ke dunia kerja.

Melalui tracer study, kampus dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan lulusan untuk mendapat pekerjaan pertama, jenis pekerjaan yang dijalani, serta apakah ilmu dan keterampilan yang dipelajari selama kuliah digunakan dalam pekerjaan.

Baca Juga: Pembersihan Situs Mbah Gleyor Kediri Butuh Waktu Lama, Begini Rekomendasi BPK Jatim

Hasilnya juga membantu kampus melihat seberapa banyak lulusan yang sudah bekerja dan apakah pembelajaran selama kuliah sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi kampus untuk memperbaiki pembelajaran dan menyiapkan mahasiswa agar lebih siap setelah lulus.

Selain untuk melihat kondisi pekerjaan alumni, hasil tracer study juga digunakan sebagai salah satu bahan penilaian kinerja perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan kondisi lulusan setelah menyelesaikan kuliah.

Data Lulusan Jadi Bahan Evaluasi Kampus

Kemdiktisaintek menilai tracer study bukan hanya untuk memenuhi laporan kampus. Data tentang alumni juga penting untuk mengetahui kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 19 Agustus 2026 Anjlok Rp50.000, Buyback Turut Melemah

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, bersama Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdiktisaintek, Andika Fajar, akan membahas penguatan sistem tracer study, termasuk cara pengisian, pengelolaan, dan pelaporan data lulusan.

Perguruan tinggi, LLDikti, dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama agar data lulusan lebih lengkap dan akurat. Data tersebut nantinya bisa digunakan untuk melihat kondisi alumni sekaligus menjadi bahan dalam memperbaiki kualitas pendidikan tinggi.

Melalui tracer study, kampus juga dapat mengetahui apakah lulusan sudah bekerja, melanjutkan pendidikan, atau menjalani kegiatan lain setelah lulus. Informasi ini bisa membantu perguruan tinggi melihat apakah pembelajaran yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan lulusan setelah memasuki dunia kerja.

Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
kemdiktisaintek tracer study alumni mahasiswa