Digital Distraction, Ketika Notifikasi Mengganggu Fokus Belajar

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi distraksi digital saat belajar yang dapat muncul dari notifikasi, pesan, dan berbagai aktivitas pada perangkat digital.(Foto: magnific)
Ilustrasi distraksi digital saat belajar yang dapat muncul dari notifikasi, pesan, dan berbagai aktivitas pada perangkat digital.(Foto: magnific)

JP Radar Kediri - Penggunaan perangkat digital semakin dekat dengan kegiatan belajar. Laptop dan ponsel dapat membantu mencari informasi, membuka materi, hingga menyelesaikan berbagai tugas. Namun, perangkat yang sama juga dapat menjadi sumber gangguan ketika fokus berpindah ke aktivitas lain.

Kondisi tersebut dikenal sebagai digital distraction atau distraksi digital. Gangguan ini muncul ketika perhatian yang seharusnya tertuju pada kegiatan belajar beralih karena notifikasi, pesan, media sosial, video, maupun aktivitas digital lainnya.

Notifikasi menjadi salah satu gangguan yang mudah muncul saat belajar menggunakan perangkat digital. Bunyi, getaran, atau tanda pesan baru dapat menarik perhatian meskipun pengguna sedang membaca materi atau menyelesaikan tugas.

Baca Juga: Berawal Gambar Gunung Masa Kecil, Sosok Dedi Sasmito Telurkan Banyak Buku Penelitian Kelud

Gangguan tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa saat. Namun, setelah membuka pesan atau media sosial, pengguna perlu kembali memusatkan fokus pada kegiatan yang sebelumnya dilakukan.

Perpindahan fokus secara berulang dapat membuat proses belajar lebih mudah terputus. Siswa pun membutuhkan waktu untuk kembali memahami materi atau melanjutkan tugas setelah sempat terdistraksi.

Distraksi juga dapat terjadi ketika beberapa aktivitas digital dilakukan secara bersamaan. Membaca materi sambil membalas pesan atau membuka media sosial membuat fokus terus berganti dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.

Kebiasaan tersebut sering dianggap sebagai multitasking. Padahal, berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dapat membuat konsentrasi pada tugas utama menjadi lebih sulit dipertahankan dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Kapolres Kediri Dorong Siskamling Kembali Digencarkan, Kades Diminta Tangkal Informasi yang Berpotensi Picu Keresahan

Ponsel yang berada di sekitar tempat belajar juga dapat memunculkan keinginan untuk memeriksa perangkat. Keinginan tersebut dapat muncul ketika ada notifikasi baru maupun saat pengguna mulai merasa bosan dengan aktivitas yang sedang dilakukan.

Meski demikian, distraksi digital bukan berarti seluruh penggunaan teknologi memberikan dampak buruk bagi pembelajaran. Perangkat digital tetap membantu siswa mengakses materi, mencari sumber informasi, berkomunikasi, hingga menggunakan berbagai media pembelajaran.

Tantangannya terletak pada cara perangkat tersebut digunakan. Aktivitas yang membantu proses belajar perlu dibedakan dengan kegiatan lain yang justru membuat fokus berpindah dari tujuan awal.

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan selama belajar. Mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, menutup aplikasi yang tidak berkaitan dengan tugas, serta menentukan waktu khusus untuk memeriksa pesan dapat membantu menjaga konsentrasi.

Lingkungan belajar juga dapat dibuat lebih mendukung fokus. Ponsel dapat diletakkan sedikit lebih jauh ketika tidak diperlukan, sementara aplikasi atau sumber belajar yang dibutuhkan dapat disiapkan sebelum kegiatan dimulai.

Baca Juga: Rayakan 50 Tahun Satelit Indonesia, BRIN Kembangkan Satelit Generasi Keempat NEO-1

Penggunaan teknologi secara terarah juga dapat dibiasakan di lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya perlu memahami cara menggunakan perangkat untuk mencari informasi, tetapi juga belajar mengatur perhatian ketika berada di ruang digital.

Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi, menjaga fokus menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar. Kemudahan yang diberikan perangkat digital tetap perlu diimbangi dengan kemampuan mengatur penggunaan agar tidak mengganggu konsentrasi.

Baca Juga: Google Cloud Partner Datalabs Buka Pusat Eksplorasi AI Gemini Enterprise di Indonesia

Digital distraction menunjukkan bahwa tantangan belajar di era digital tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap teknologi. Kemampuan mengelola perhatian juga diperlukan agar perangkat digital dapat benar-benar mendukung proses belajar, bukan justru menjadi sumber gangguan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
belajar digital notifikasi perangkat