JP Radar Kediri – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kerap disebut sebagai “jalur langit” karena siswa tidak mengikuti tes tertulis seperti pada SNBT. Cukup dengan nilai rapor dan rekam prestasi, siswa bisa mendapatkan kesempatan masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Namun, anggapan bahwa SNBP hanya soal keberuntungan tidak sepenuhnya tepat. Di balik proses seleksi, terdapat sejumlah hal yang dapat diperhatikan siswa sejak kelas 10 hingga kelas 12, mulai dari rekam nilai, kuota sekolah, hingga pilihan program studi.
Lantas, strategi apa yang bisa dipersiapkan siswa untuk menghadapi SNBP?
1. Sadar dengan Nilai Sendiri
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui posisi akademik diri sendiri.
Dalam SNBP, sekolah melakukan pemeringkatan siswa berdasarkan rerata nilai semua mata pelajaran pada semua semester, kecuali semester terakhir. Jumlah siswa yang masuk dalam pemeringkatan tersebut disesuaikan dengan kuota sekolah.
Artinya, siswa tidak cukup hanya mengetahui bahwa nilainya “bagus”. Perlu dilihat juga bagaimana posisi nilai tersebut dibandingkan dengan siswa lain di sekolah.
Siswa dapat mulai memantau perkembangan nilai dari semester ke semester. Jangan hanya berfokus pada satu nilai tinggi, tetapi perhatikan konsistensi performa akademik secara keseluruhan.
2. Pahami Kuota dan Kinerja Sekolah
SNBP tidak hanya berkaitan dengan nilai siswa. Sekolah juga memiliki kuota untuk mengikutsertakan siswa dalam SNBP.
Pada SNBP 2026, sekolah dengan akreditasi A memperoleh kuota siswa eligible sebesar 40 persen, akreditasi B sebesar 25 persen, dan akreditasi C serta lainnya sebesar 5 persen. Sekolah yang menggunakan e-Rapor juga mendapatkan tambahan kuota sebesar 5 persen.
Karena itu, siswa perlu mengetahui apakah dirinya masuk dalam kuota siswa eligible di sekolah.
Selain kuota, siswa juga dapat memperhatikan rekam jejak sekolah dalam penerimaan SNBP. Informasi tersebut tidak bisa digunakan untuk memastikan peluang diterima, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menyusun strategi pilihan.
3. Jangan Asal Memilih Jurusan
Memiliki nilai bagus belum otomatis berarti peluang diterima akan sama di setiap program studi. Siswa perlu memperhatikan jurusan yang dipilih dan tingkat persaingannya.
Dalam SNBP, setiap PTN dapat menetapkan persyaratan tambahan dan mempertimbangkan komponen lain sesuai ketentuan yang berlaku. Seleksi juga dilakukan berdasarkan prestasi akademik dan/atau nonakademik siswa sesuai mekanisme SNBP.
Karena itu, jangan memilih jurusan hanya karena sedang populer atau karena teman-teman juga memilihnya.
Cari tahu terlebih dahulu program studi yang dituju, termasuk karakter pembelajaran, mata pelajaran yang relevan, serta daya tampungnya.
4. Perhatikan Hubungan Nilai dengan Jurusan
Siswa juga perlu melihat mata pelajaran yang relevan dengan program studi pilihan.
Misalnya, siswa yang ingin mengambil bidang yang banyak menggunakan matematika perlu mempertimbangkan bagaimana rekam akademiknya pada mata pelajaran tersebut. Begitu pula dengan program studi yang memiliki karakter keilmuan berbeda.
Bukan berarti satu nilai tertentu otomatis menentukan kelulusan. Namun, memahami hubungan antara rekam akademik dan jurusan dapat membantu siswa membuat pilihan yang lebih rasional.
5. Jangan Terjebak “Gengsi PTN”
Salah satu kesalahan dalam memilih jurusan adalah menjadikan nama besar kampus sebagai satu-satunya pertimbangan.
SNBP memberikan kesempatan bagi siswa untuk memilih program studi di PTN yang tersedia dalam ketentuan seleksi. Pada SNBP 2026, siswa dapat memilih maksimal dua program studi dari satu atau dua PTN dengan ketentuan tertentu. Jika memilih dua program studi, salah satunya harus berada di PTN yang berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal siswa.
Karena itu, sebelum menentukan pilihan, siswa perlu melihat keseluruhan kombinasi nilai, sekolah, program studi, dan aturan pilihan.
SNBP Bukan Sekadar Untung atau Tidak
Tidak ada strategi yang dapat menjamin seseorang pasti lolos SNBP. Seleksi tetap dilakukan berdasarkan mekanisme dan kriteria yang ditetapkan PTN.
Namun, siswa juga tidak perlu memandang SNBP sebagai permainan keberuntungan semata.
Mulai dari menyadari posisi nilai, memahami kuota dan rekam jejak sekolah, hingga mempertimbangkan jurusan yang dipilih, semuanya dapat menjadi bagian dari persiapan.
SNBP memang tidak menggunakan tes tertulis, tetapi bukan berarti tidak membutuhkan strategi.
Jalur prestasi tetap perlu dipersiapkan dengan prestasi yang dibangun sejak awal dan pilihan yang dibuat dengan perhitungan.
Editor : Shinta Nurma Ababil